oleh

Andri Tewas Ditangan Kerabat Sendiri, Begini Motifnya

GRESIK, INIKATA.com Andri Putra Hariyono (22), warga Jalan Kupang Krajan III/42 Surabaya, yang ditemukan tak bernyawa di rumah orangtuanya di Desa Kepatihan, Kabupaten Gresik, ternyata tewas di tangan rekannya sendiri.

Hal itu terungkap setelah tim Black Panther Polres Gresik bekerjasama Polrestabes Surabaya dan Polda Jawa Timur, berhasil meringkus pelaku.

Kapolres Gresik AKBP Wahyu Sri Bintoro mengatakan, pelaku utama pembunuhan Andri Putra Haryono telah ditangkap setelah dua penadah barang milik korban yang belum berhasil ditangkap.

“Pelaku utama FAP (20) ini ingin menguasai ponsel korban. Setelah tidak diberikan pelaku menghabisi korban hingga meninggal dunia,” ujar Kapolres, Kamis (21/03/2019).

Wahyu menambahkan, sebelum korban ditemukan tidak bernyawa, terlebih dulu FAP membuat janji dengan korban jalan bersama ke hiburan malam. Setelah menghilangkan penat, kedua orang tersebut selanjutnya pulang ke rumah korban di Desa Kepatihan, Kecamatan Menganti, Gresik.

Nah, saat korban tiba di rumah langsung tidur dengan kondisi mabuk.

“Saat tidur itulah pelaku ingin menguasai HP korban merk Vivo. Namun ketika pelaku mengambil HP, korban terbangun dan melakukan perlawanan,” jelas Kapolres.

“Karena korban melawan, pelaku melilitkan kabel changer di leher korban dan memukulnya dengan palu besi hingga korban tewas,” tambah Wahyu SB.

Usai menghabisi nyawa korban, masih menurut Wahyu SB, pelaku FAP kabur menggunakan motor Honda Vario, milik korban.

Terungkapnya pelaku FAP yang tak lain rekan akrabnya korban ini, bermula saat petugas berhasil menangkap seorang pria berinisial R. R diketahui pembeli HP milik kornan yang dijual pelaku. Selain, petugas juga meringkus NH.

“Dari NH inilah kita bisa tangkap pelaku utama. Dan ternyata si pelaku ini adalah teman dekat korban,” tambah Kapolres lagi.

Selain kedua penadah HP milik korban yang berhasil ditangkap. Penadah sepeda motor korban juga berhasil diamankan yakni IG. (Muh)

Komentar

Topik Terkait