oleh

Elektabilitasnya Menurun, Effendi Minta Jokowi Setop Andalkan Tim Sekoci Jika Ingin Menang

INIKATA.com Menurunya elektabilitas Jokowi – Ma’ruf yang menjadi temuan survei Litbang Kompas, menjadi sorotan banyak pihak. Tak terkecuali dari kalangan internal politikus PDI Perjuangan.

Salah satunya Politikus PDIP Effendi Simbolon yang mengatakan, turunnya elektabilitas Jokowi terjadi karena kesalahan pengelolaan cara kerja tim kampanyenya.

Elektabilitasnya Menurun, Effendi Minta Jokowi Setop Andalkan Tim Sekoci Jika Ingin Menang

 

Menurutnya, Jokowi dinilai terlalu banyak mengikuti acara seremonial seperti deklarasi-deklarasi dan kurang bersentuhan dengan masyarakat secara langsung. Justru, jika ingin menang, Jokowi selaku petahana harus mengembalikan cara kampanyenya seperti pada Pilkada DKI dan Pilpres 2014 lalu, yakni rajin blusukan.

“Saat ini Jokowi terlalu banyak dikendalikan oleh ‘Tim Sekoci’ dan yang mengatur protokoler dan agenda kampanyenya. Terlalu kembanyakan menghadiri acara-acara deklarasi,” paparnya.

Effendi juga menyarankan agar Jokowi segera meninggalkan acara-acara seremonilal deklarasi. Karena mengandalkan para caleg parpol pendukung juga tidak efektif untuk mendongkrak elektabilitas.

“Sekarang tersisa waktu efektif 20 hari lagi. Pak Jokowi harus blusukan lagi dan bersentuhan langsung dengan masyarakat,” katanya.

Selain itu, Anggota Komisi I DPR ini berharap agar Jokowi kembali mengefektifkan ‘Tim Kapal Besar’ yang ada seperti PDIP untuk bekerja secara maksimal dalam 20 hari ini.

“Gunakan sumber daya yang ada di partai. Karena PDIP itu kapal besarnya. Sekarang, relawannya malas semua dan jangan mengandalkan Tim Sekoci. Fokus kembali blusukan,” tegasnya.

Di mata Effendi, Jokowi saat ini seperti kehilangan jati dirinya, padahal dulu mantan wali kota Solo itu sangat terkenal dengan ciri khasnya yang sederhana dan bisa menyentuh masyarakat. Itu sudah terbukti berhasil dalam memenangkan Pilkada DKI 2017 lalu dan Pilpres 2014.

“Ingat ya, upaya untuk mengubah citra Jokowi, melalui acara seremonial-seremonial justru malahan menggerus elektabilitasnya. Faktanya jadi kembalikan Jokwi seperti ‘Satria Pingit’,” katanya.

Karena itu, lanjut Effendi, paling tidak dalam 20 hari mendatang Jokowi harus mengektifkan kampanyenya melalui blusukan di Jawa Barat dan DKI, jika perlu masuk gorong-gorong lagi seperti dulu, dan tinggalkan acara-acara yang bersifat seremonial.

“Masyrakat merindukan Jokowi seperti yang dulu, apa adanya, tidak diatur-atur. Saya masih optimis, kalau Pak Jokowi mau blusukan lagi dan bersentuhan langsung dengan masyarakat akan memenangi Pilpres,” katanya.

Effendi juga menambahkan, dengan blusukan Jokowi bisa mendengar secara langsung permasalahan dan keluhan yang dihadapi masyarakat. Keluhan-keluhanan tersebut, nantinya akan dicarikan solusi untuk diatas di masa periode kedua kepimpinannya.

“Senjata pamungkas Pak Jokowi kalau menang adalah blusukan, kalau perlu mulai dari subuh,” pungkasnya. (Inikata/Jawapos)

Komentar

Topik Terkait