oleh

Puji Militer AS, Donal Trump Sebut Kekhalifahan Bakal Musnah Hari Ini

INIKATA.com – Presiden Amerika Serikat Donald Trump meyakini ISIS akan musnah dalam beberapa waktu kedepan, seiring keberhasilan pasukannya menumpas ISIS di Suriah.

Trump bahkan menyebut ISIS akan segera terhapus dari peta dalam beberapa jam ke depan.

Hal tersebut diungkap trump saat mengunjungi pabrik tank di Ohio, saat itu dihadapan wartawan Trump mengeluarkan dua peta, satu peta dengan titik merah tertanda wilayah ISIS dan satunya tanpa titik merah.

“Tidak ada lagi warna merah. Sebenarnya masih ada titik kecil tapi itu akan lenyap malam ini,” ujar Trump baru-baru ini.

Didekat Tank, Trump Sebut Kekhalifahan Musnah

Selanjutnya saat mengunjungi pabrik tank militer di Lima, Ohio, sambil berdiri di dekat tank M1A2 Abrams, Trump sekali lagi menunjukkan peta-peta tersebut dan menyoroti keunggulan militer AS dalam melawan kelompok militan ISIS.

“Ketika saya mengambil alih, semuanya terlihat berantakan. Mereka (ISIS) ada di semua tempat, di Suriah dan Irak,” ujarnya sambil menunjukkan peta pertama dengan tanda merah.

“Sekarang saat Anda melihatnya, dan tidak ada lagi warna merah,” kata Trump disambut sorak sorai pekerja.

“Mulai hari ini, inilah ISIS, tidak ada lagi. Kekhalifahan akan hilang mulai malam ini,” tambahnya.

Ini bukan kali pertama Trump menyatakan kemenangan atas ISIS. Pada Desember lalu, Trump mendeklarasikan kemenangan atas ISIS di Suriah. Pernyataan itu diikuti dengan perintah penarikan pasukan AS dari wilayah Suriah.

Namun beberapa hari lalu, juru bicara ISIS, Abu Hassan al-Muhajir, untuk kali pertama sejak September, kembali merilis pesan rekaman suara.

Dalam pesan tersebut al-Muhajir mengolok-olok Trump yang mengklaim telah menang dari ISIS. Dia juga menyebut presiden AS itu sebagai pengecut dan pencuri.

Sementara di Suriah, tepatnya di desa Baghouz, pertempuran terakhir Pasukan Demokratik Suriah (SDF) terhadap wilayah terakhir ISIS masih berlangsung dan belum menunjukkan tanda-tanda akan usai.

Ribuan anggota ISIS telah menyerah atau melarikan diri, namun ribuan lainnya warga sipil disebut masih bertahan di dalam benteng pertahanan terakhir, menyebabkan pasukan yang dipimpin Kurdi dan didukung AS, tak dapat melancarkan serangan secara gegabah. (**/inikata)

Komentar

Topik Terkait