oleh

Sering Curhat Kejantanan Mantan di Ranjang, Karin Digugat Cerai Suaminya

INIKATA.com Menyandang status janda kadang mendatangkan beban tersendiri. Bahkan, ada yang memandang janda dengan kacamata sinis dan miring.

Anggapan serupa juga hinggap di pikiran Donwori (bukan nama sebenarnya) yang usianya menginjak setengah abad. Donwori sedang dalam proses perceraian dari istrinya (sebut saja Karin) yang sebelumnya pernah menikah dengan pria lain.

Donwori menceraikan Karin karena sakit hati. Di sebuah kantor pengacara dekat Pengadilan Agama Kelas IA Surabaya, pekan lalu, Donwori yang awalnya menikahi Karin karena cinta justru belakangan mengolok-olok istrinya sebagai perempuan murahan.

Donwori membeber hal-hal buruk tentang Karin. Misalnya, soal Karin yang mata duitan dan genit.

Menurut Donwori, hal yang membuatnya sakit hati adalah kebiasaan Karin membandingkannya dengan suami sebelumnya. Sebelum menjanda dan kemudian menikah dengan Donwori, Karin adalah istri seorang pria (sebut saja namanya Donjuan) yang konon lihai memuaskan wanita di ranjang.

Sering Curhat Kejantanan Mantan di Ranjang, Karin Digugat Cerai Suaminya

 

Donwori sakit hati karena Karin menyebutnya tak punya ‘senjata biologis’ hebat dan seperkasa Donjuan. Walau Karin mengungkapkannya sembari guyon, tetap saja Donwori merasa tersinggung.

“Lek luweh penak bojone wingi, ya mbaliko kunu. Cek di-KDRT terus (kalau lebih enak suami yang kemarin, ya kembali saja sana. Biar jadi sasaran kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) terus, red),” kata Donwori menumpahkan unek-uneknya.

Dari kata-kata itulah Donwori akhirnya makin malas menyentuh Karin. Ternyata Karin membalas kemalasan Donwori dengan kenyinyiran.

Karin malah menyebut Donwori letoi dan onderdilnya rusak. Kemarahan Donwori memuncak ketika mengetahui Karin minta ditraktir pria lain.

Bahkan, sepengetahuan Donwori ada tiga laki-laki lain yang sering dimintai uang oleh Karin. Salah satunya adalah Donjuan.

Memang, mantan suami Karin itu masih legawa memberikan uang. Namun, dua pria lainnya ogah dipalak Karin dan menyodorkan alasan bahwa yang harus memberikan santunan kepada istri adalah suami.

Setelah makin tahu kelakuan Karin, Donwori berang. Pikirannya tentang Karin langsung dupenuhi prasangka buruk.

Anggapannya, laki-laki mau memberikan sesuatu apalagi berbentuk kepada perempuan lain pasti ada sesuatu di baliknya. Donwori menduga Karin menjual diri.

“Kelakuane ngisin-ngisini. Dikira aku gak nguwehi nafkah ae ngunu iku (kelakuannya memalukan. Dikira saya tak memberikan nafkah, red),” paparnya.

Karena sangat kecewa dan tak bisa menoleransi ulah Karin maka Donwori makin mantap menjatuhkan talak. Pernikahannya yang sudah berjalan lima tahun pun bakal segera berakhir oleh palu hakim pengadilan agama. (Inikata/Jpnn)

Komentar