oleh

Pasca OTT Bowo, BPN Sebut Golkar Dibiayai Dari Hasil Korupsi

INIKATA.com – Juru debat Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi, Arief Poyuono memastikan bahwa pihaknya akan melaporkan adanya dugaan pelanggaran pidana pemilu ke Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu).

Hal ini menyusul di OTT-nya Bowo Sidik Pangarso oleh KPK, lantaran diduga saat sedang melakukan transaksi haram terkait suap distribusi pupuk.

“Kita akan ke Bawaslu untuk melaporkan hal ini, agar Bawaslu memeriksa kalau Golkar dibiayai dari uang hasil korupsi ya,” katanya dilansir dari Kantor Berita Politik RMOL, Jumat (29/3).

Jika terbukti bersalah, kata Arief, Golkar harus dibubarkan dan pasangan Jokowi-Maruf harus didiskualifikasi.

“Karena Ada dugaan money politics terstruktur menggunakan uang BUMN,” lanjutnya.

Untuk itu, pihaknya mendesak KPK segera mempertontonkan ratusan ribu amplop yang diduga berlogo jempol, identik dengan pasangan simbol Jokowi-Maruf. Tidak hanya mempertontonkan 84 kardus berisi pecahan uang Rp 20 ribu dan Rp 50 ribu itu.

“Sudah jelas kasus amplop Bowo Pangarso ada kaitan kuat dengan Partai Golkar dan pasangan Joko Widodo-Maruf Amin,” duga Arief yang juga wakil ketua umum Partai Gerindra ini.

Anggota DPR Bowo Sidik Pangarso diduga telah menerima suap dari Marketing Manager PT Humpuss Transportasi Kimia (HTK), Asty Winasty. Suap itu diduga kuat berkaitan dengan kerjasama pengangkutan bidang pelayaran untuk distribusi pupuk.

Adapun total uang yang disita KPK sebesar Rp 8 miliar dan Rp 89,4 juta. Tak hanya itu, diduga sebelumnya Bowo juga sudah 6 kali menerima suap selain Rp 89,4 juta yang telah disita. Yakni uang senilai Rp 1,5 miliar, yang terdiri dari USD 85.130 dan Rp 221 juta.

Uang sejumlah Rp 1,5 miliar itu, sudah termasuk dalam Rp 8 miliar yang dipecah menjadi pecahan Rp 50 ribu dan Rp 20 ribu yang kesemuanya dimasukkan ke dalam 400 ribu amplop. (**/rmol)

Komentar

Topik Terkait