oleh

Sidang Lanjutan, Tiga Staf Ratna Sarumpaet Jadi Saksi

INIKATA.com – Sidang lanjutan kasus penyebaran berita bohong yang menyeret nama Ratna Sarumpaet, kini memasuki agenda pemeriksaan saksi.

Mengenakan kemeja cokelat berompi merah tahanan, Ratna menjalani sidang keenamnya di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Selasa (2/4).

Saksi yang akan dihadirkan jaksa penuntut umum (JPU), salah satunya, pekerja di rumah Ratna.

Menanggapi demikian, Ratna tidak menganggap saksi-saksi yang dihadirkan di sidang lanjutannya itu akan meringankan proses hukumnya atau tidak. Menurutnya, saksi yang akan mengungkapkan kesaksian berharap bicara apa adanya sebagaimana aturan di pengadilan.

“Ya bicara bagaimana aturan pengadilan lah. Apa adanya,” ujar Ratna sembari memasuki ruang tunggu Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Selasa (2/4).

Ratna mengaku saksi-saksi yang dihadirkan merupakan orang dekatnya yang tidak lain merupakan tiga orang staf, dan satu orang perwakilan dari Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno.

“Saksi tiga orang staf saya, sama mungkin dari BPN satu. Sebenarnya mereka kan orang-orang saya. Tapi jaksa dari JPU. Saya ini mau dikuatkan mau diapain juga sebenarnya saya nggak tahu letak kesalahan saya. Artinya, secara hukum ya,” kata Ratna.

Diketahui, Ratna Sarumpaet ditahan polisi setelah ditetapkan sebagai tersangka kasus hoax, Jumat, 5 Oktober 2018. Aktivis perempuan itu sempat menggegerkan publik karena mengaku diamuk sejumlah orang.

Cerita bohongnya itu lantas dibongkar polisi. Lebam di wajah Ratna bukan akibat dipukul, melainkan akibat operasi sedot lemak di RSK Bina Estetika.

Kemudian, Jaksa Penuntu Umum mendakwa Ratna dengan dakwaan tunggal. Dia didakwa melanggar Pasal 14 ayat (1) UU No. 1 Thn 1946 ttg Peraturan Hukum Pidana atau dakwaan kedua pasal 28 ayat (2) jo 45A ayat (2) UU No 19 Thn 2016 tentang Perubahan atas UU No 11 Thn 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik. Ratna didakwa telah membuat keonaran melalui berita bohong yang dibuatnya. (JPG)

Komentar

Topik Terkait