oleh

Dua Terdakwa Pembakar Sekeluarga Dikejar Keluarga Korban Hingga Keluar Ruangan Sidang

INIKATA.com Dua terdakwa pembakar rumah yang menewaskan sekeluarga di Jalan Tinumbu, Kecamatan Tallo, Kota Makassar, dituntut hukuman mati, Kamis (4/4). Mereka adalah M Ilham alias Ilo dan Sulkifli Amir alias Ramma.

Tuntutan dibacakan langsung oleh tim Jaksa Penuntut Umum (JPU) dalam sidang lanjutan di Pengadilan Negeri (PN) Makassar. “Menyatakan terdakwa bersalah melakukan tindak pidana pembunuhan berencana dan menjatuhkan pidana hukuman mati,” tegas JPU Tabbrani.

Dalam tuntutannya, jaksa menyebut bahwa kedua terdakwa dianggap dengan sengaja dan terencana menghilangkan nyawa enam orang sekaligus. “Perbuatan kedua terdakwa sangat terstruktur. Mulai dari membeli bensin hingga membakar rumah korban,” jelasnya.

Dalam kejadian itu, para terdakwa dianggap bukan hanya menghilangkan nyawa. Perbuatan mereka juga menimbulkan kerugian meteriil yang diderita korban.

Merujuk dalam dakwaan awal, kedua terdakwa terancam hukuman mati dengan dijerat pasal 340 KUHP juncto pasal 55 ayat 1 ke 1 KUHP. Dakwaan itu sebagai tambahan dari pasal 170 ayat 1 dan 2, pasal 351 pyat 2 juncto, pasal 333 ayat 1 dan 2 KUHP.

Dua Terdakwa Pembakar Sekeluarga Dikejar Keluarga Korban Hingga Keluar Ruangan Sidang

 

Usai putusan, sejumlah keluarga korban yang hadir sempat mengejar terdakwa hingga ke luar ruang sidang. Keluarga korban masih menyimpan dendam. Beruntung kedua terdakwa cepat diamankan masuk ke dalam mobil tahanan yang menunggu di halaman belakang Kantor PN Makassar.

Amiruddin, ayahanda salah satu korban bernama Ahmad Fahri mengaku cukup lega dengan tuntutan JPU. “Kami sangat puas dengan tuntutan jaksa karena tidak ada lagi hukuman yang lebih berat dari ini,” ujar Amiruddin ditemui JawaPos.com usai persidangan.

Sesuai dengan isi dakwaan sebelumnya, kedua terdakwa berperan sebagai eksekutor pembakaran rumah. Pembakaran dilakukan setelah mereka menerima perintah langsung dari otak pelaku pembakaran, Akbar Daeng Ampu dari dalam Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas 1A Makassar.

Daeng Ampu sendiri tewas dalam lapas sebelum kasusnya bergulir di PN. Motif aksi keji itu dilatar belakangi utang narkoba. Fahri diketahui berutang puluhan juta rupiah kepada Daeng Ampu. Daeng Ampu lantas memerintahkan dua anak buahnya untuk menghabisi nyawa Fahri beserta lima orang anggota keluarganya.

(Inikata/Jawapos)

Komentar

Topik Terkait