oleh

Bocah Tertuduh Curat Divonis 1,9 Tahun, Ibu: Anak Saya Tidak Salah Pak Hakim

MAKASSAR, INIKATA.com – Bocah yang dituduh melakukan pencurian dan pemberatan berinisial ARS (14) akhirnya divonis pidana 1 tahun 9 bulan dipotong masa tahanan yang selama ini telah dijalaninya.

ARS pun kembali harus menjalani pidana anak di LPKS Marsudi Putra Toddopulia Makassar, selama 1 tahun.

Kendati begitu, Ibu ARS bernama Dg Atiek tak kuasa menahan air matanya dan menangisi keputusan Hakim.

“Anak ku tidak bersalah, dia ditunjuk sama pelaku utama, semuanya sudah dijelaskan didepan hakim, tapi hakim juga tidak menganggap pembelaan LBH,” ujar Dg Atiek, Jumat (5/4/2019).

Menurutnya selama ini, Jaksa memang sudah menurunkan ancaman hukuman anaknya, dari yang sebelumnya 9 tahun, akhirnya pada pembacaan tuntutan diturunkan menjadi 1 tahun 9 bulan.

Namun menurutnya dalam pembelaan sudah dijelaskan bagaimana kejadian sebenarnya, namun tetap tidak ada upaya diversi.

“Katanya untuk anak-anak ada diversi, tapi ternyata tidak ada, saya terus terang merasa hukum sudah tidak adil,” pungkasnya.

Sebelumnya dikabarkan, ARS (14) tahun dituduh melakukan pencurian dan pemberatan oleh Pihak Kepolisian Manggala, mendapatkan pemberitahuan, orang tua ARS lalu secara kooperatif membawa anaknya ke Polsek.

Namun setelah sampai di Polsek, ARS sudah tak dipulangkan malah berkasnya dilimpahkan ke Kejaksaan dan dikirim ke Lapas.

Hal ini membuat LBH Makassar ikut bertindak, melalui salah satu pengacara publiknya, Ridwan SH menilai kasus ARS melanggar hak-hak anak, sebab tak dilakukan diversi oleh penyidik Polsek Manggala begitu juga dengan Jaksa Kejari Makassar.

Hasilnya saat ini Hakim anak di Pengadilan Negeri Makassar yang ditunjuk untuk mengadili sidang ARS juga belakangan tak menerapkan diversi dan menghukum ARS dengan hukuman  1 tahun pidana pembinaan di LPKS Marsudi Putra Toddopulia Makassar. (dir)

Komentar

Topik Terkait