oleh

Fokus Kembangkan Pertanian Keluarga, Pemerintah Lakukan Diplomasi Pertanian di Asia Tenggara

INIKATA.com – Sebagai negara dengan 24 juta petani skala kecil, isu pertanian merupakan salah satu isu utama yang menjadi perhatian Pemerintah.

Olehnya Kementerian Luar Negeri memperkuat diplomasi pertanian Indonesia melalui penyelenggaraan konferensi yang fokus kepada pertanian keluarga dan pertanian skala kecil.

Konferensi tersebut turut didukung Kementerian Pertanian dan Food and Agriculture Organization (FAO) of the United Nations di Jakarta, Indonesia, Jumat, (5/4/2019)

“Pelaksanaan konferensi ini menunjukkan kepemimpinan Indonesia dalam melaksanakan resolusi Majelis Umum PBB tentang UN Decade on Family Farming (2019-2028) yang menekankan peran penting family farmers sebagai salah satu key leaders dalam pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs),” ujar Menteri Luar Negeri, Retno Marsudi.

Konferensi ini diikuti oleh para pejabat tinggi yang menangani 3 bidang utama, yaitu ketahanan pangan, nutrisi dan kesejahteraan petani, yang berasal dari ASEAN, Jepang, Korea Selatan dan Timor Leste.

Serta turut dihadiri perwakilan dari organisasi internasional dan para pemangku kepentingan nasional, serta perwakilan dari Badan-badan PBB di bidang pangan, yaitu World Food Programme, dan International Fund for Agricultural Development (IFAD).

Konferensi ini dihadiri oleh dua pejabat tingkat Menteri, yaitu Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman dan Menteri Desa PDTT, Eko Putro Sandjojo, dan juga Wakil Menteri Luar Negeri, A.M. Fachir.

Dalam sambutannya, Menteri Pertanian, Amran Sulaiman, menyebutkan jumlah keluarga petani di Indonesia mencapai hampir setengah dari total populasi dengan mayoritas memiliki kurang dari 1 hektar lahan.

Meskipun Indonesia memiliki iklim agrikultur yang baik, menurut Mentan, terdapat sejumlah tantangan yang harus dihadapi.

“Salah satu dari tantangan yang muncul adalah dibutuhkannya kreativitas untuk mennciptakan solusi berkelanjutan untuk peningkatan ketahanan pangan, nutrisi dan kesejateraan petani,” ujar Mentan.

Dalam skema nasional dan kawasan, lanjut Mentan, Pemerintah Indonesia akan dan selalu berkomitmen dalam mencapai, menjaga dan meningkatkan keamanan pangan dan nutrisi, serta memastikan kesejahteraan petani baik dalam skala nasional maupun kawasan, antara lain melalui mekanisme Kerja Sama Selatan Selatan dan Triangular (SSTC). (**/red)

Komentar

Topik Terkait