oleh

Kasus Mutilasi Budi Hartanto, Barung: Motif Perampokan dan Asmara

INIKATA.com – Penyelidikan kasus mutilasi guru tari di Kediri, Budi Hartanto belum menemui titik terang. Motifnya, kini masih dugaan sementara dilatarbelakangi faktor asmara.

Kabid Humas Polda Jatim, Kombes Pol Frans Barung Mangera, menilai sejumlah dugaan dapat megganti kasus mutilasi tersebut. Bahkan, dianggap bermotif perampokan. Sebab, ada beberapa barang milik korban hilang. Diantaranya, laptop, handphone, dan uang. Selain itu, ada dugaan motif asmara.

“Kami kerucutkan. Dari 14 pengamatan yang diambil, kami berkeyakinan menghilangkan motif perampokan dan ekonomi. Kami masuk pada saat hal itu dilaporkan dengan asmara,” katanya kemarin (5/4).

Barung mengatakan, berdasar hasil pemeriksaan saksi, ada dugaan korban memiliki pembicaraan seksi yang berbeda . Namun, itu baru dugaan sementara. “Terkait dugaan tentang korban penyuka sesama jenis, itu belum bisa disimpulkan,” tuturnya.

Hingga saat ini, anggota Polres Kediri membawa anggota Subdit III Jatanras Polda Jatim yang masih mengumpulkan bukti dan petunjuk lapangan. Pencarian kepala korban juga masih dilakukan. “Belum ditemukan,” ujar Kasubdit Jatanras AKBP Leonard Sinambela.

Polisi Kumpulkan Koleksi Petunjuk Temukan Lawan

Leo menyatakan, pihaknya masih mengumpulkan koleksi petunjuk untuk menemukan lawan. Sebab, hingga saat ini, orang yang memutilasi tubuh korban belum teridentifikasi. “Banyak dugaan dan spekulasi dikeluarkan. Tapi, kita ingin fokus pada proses pendaftaran dan persetujuan tujuan di lapangan, ”tuturnya.

Yang jelas, ada satu orang yang dicari. Dia adalah orang yang mengajak korban bertemu setelah berlatih di sanggar senam Selasa malam (2/4). Leo mengungkapkan, ada pernyataan yang mengaku diajak bertemu korban seusai latihan. Saksi berinisial IR itu diajak makan.

Namun, IR belum menemui korban hingga akhirnya menghilang. Berharap, ada orang lain yang mengajak bertemu malam itu. “Itu yang sedang kita cari,” jelas mantan Kasatreskrim Polrestabes Surabaya tersebut.

Alumnus Akademi Kepolisian (Akpol) tahun 2000 itu belum bisa dibatalkan motifnya. Hal itu akan diungkap setelah ditangkap ditangkap. “Memang ada dugaan motif asmara. Bahkan, ada yang menentang korban punya teman dekat dalam tanda kutip pria (Merah). Tapi, itu belum bisa dibuktikan objektif. Kita masih dalam hal itu, ”ucap perwira dengan dua melati di pundak itu.

Setelah diberitakan, Pembunuhan Budi Hartanto tergolong sadis. Jasad Budi ditemukan di Kali Termas Lama, Desa Karanggondang, Udanawu, Kabupaten Blitar, Rabu (3/4). Yang memprihatinkan, jasad ini berada di dalam koper dengan kondisi telanjang dan tanpa kepala. (**/jpc)

Komentar

Topik Terkait