oleh

Terungkap, Napi Lapas Jadi Pengendali Jual Beli Sabu Lintas Wilayah

INIKATA.com Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Jawa Tengah menggagalkan peredaran narkotika jenis sabu yang terjadi di lintas wilayah. Terungkap pula, bisnis haram ini dikendalikan oleh salah seorang narapidana di Lapas Pati.

Kepala BNNP Jateng, Brigjen Pol Muhammad Nur, menjelaskan proses pengungkapan kasus ini berawal dari penggagalan transaksi sabu seberat 100 gram di dekat Stasiun Tawang Semarang. Petugas yang telah mendengar informasi akan adanya jual beli narkoba di lokasi itu, langsung menuju titik transaksi.

“Pukul 1 dini hari, tim melihat orang berbadan gemuk memakai jaket hitam menghampiri seseorang berjaket kuning yang duduk di motor Vario putih tanpa nomor polisi,” kata Nur di markasnya saat jumpa pers dengan wartawan, Jumat (12/5).

Terungkap, Napi Lapas Jadi Pengendali Jual Beli Sabu Lintas Wilayah

 

Petugas yang terlanjur mencurigai keduanya, langsung melakukan penggeledahan. Terhadal pria berjaket hitam yang diketahui bernama Yusak, 39, warga Tegal dan pria bermotor, M Afrika Paluvi, 21, asli Jepara. “Usai digeledah, ditemukan satu kotak kardus berisi bungkus plastik serbuk putih. Diduga narkotika jenis sabu seberat 100 gram,” bebernya.

Melalui pemeriksaan terhadap Afrika, terungkap bahwa tersangka ini mendapat instruksi dari seseorang bernama Enggle. Pelaku ini diperintah mengambil sabu di Jepara di sebuah lokasi. Lalu menyerahkannya 3,5 gram dari total keseluruhan kepada seseorang di dekat Stasiun Tawang.

“Diketahui bahwa penerima narkotika adalah YA (Yusak) yang berangkat dari Tegal ke Semarang menggunakan kereta api,” lanjut Nur.

Hingga pada akhirnya penyelidikan berbuah manis. Terlacak, siapa sosok yang memerintahkan Afrika. Adalah Nurkhan, 43, napi Lapas Klas IIB Pati yang selama ini bersembunyi di balik nama Enggle. “Nurkhan saat ini sedang menjalani hukuman dalam perkara narkotika yang divonis 4 tahun 8 bulan oleh PN Jepara. Dari tangannya, kami amankan dua unit telepon seluler,” kata Nur lagi.

Sejauh ini, para tersangka masih dimintai keterangan. Mereka dijerat dengan pasal 114 ayat (2) subsider pasal 113 ayat (2) jo pasal 132 ayat (1) dan pasal 114 ayat (1) subsider pasal 112 ayat (1) jo pasal 132 ayat (1) UU nomor 35 tahun 2009 tentang narkotika. Ancamannya, maksimal hukuman mati. (Inikata/Jawapos)

Komentar

Topik Terkait