oleh

Usai Dikecam Keras, Brunei Sebut Hukum Rajam Untuk Pencegahan Bukan Eksekusi

INIKATA.com Kementerian luar negeri Brunei mengatakan, menerapkan hukum syariah dilakukan untuk upaya pencegahan dan bukan hukuman riil. Hal ini disampaikan usai Brunei mendapat kecaman keras terhadap keputusannya untuk menerapkan hukum syariah dengan ketat.

Di bawah undang-undang baru, perzinaan dan seks sesama jenis dihukum dengan rajam sampai mati. Brunei mengatakan, pihaknya membuat ambang batas tertinggi untuk melakukan pembuktian dalam kasus-kasus semacam itu. Ini menunjukkan hukuman akan jarang terjadi.

Usai Dikecam Keras, Brunei Sebut Hukum Rajam Untuk Pencegahan Bukan Eksekusi

Brunei mulai melunak usai PBB menyebut hukuman itu kejam dan tidak manusiawi. Brunei telah mengirim Menteri Luar Negeri Erywan Yusof untuk menanggapi kritik PBB. Yusof mengatakan, hukum syariah lebih fokus pada pencegahan perbuatan terlarang daripada memberikan hukuman.

“Tujuannya adalah untuk mendidik, mencegah, merehabilitasi dan memelihara daripada menghukum,” kata Yusof. Dia menambahkan, kriminalisasi perzinaan dan sodomi dilakukan untuk menjaga kesucian garis keturunan keluarga dan perkawinan Muslim, khususnya wanita.

Menteri Luar Negeri Inggris Jeremy Hunt juga mengatakan, ia telah berbicara dengan Menteri Luar Negeri Brunei yang menyatakan, penuntutan hukuman syariah dalam praktiknya tidak mungkin dilakukan. (Inikata/Jawapos)

Komentar

Topik Terkait