oleh

Prabowo Tidak Bermaksud Menyerang SBY

INIKATA.com – Juru Bicara Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo – Sandiaga, Andre Rosiade menyebut calon presiden PrabowoSubianto selalu konsisten berbicara tentang pasal 33 UUD 1945. Pasal itu menyebutkan tentang kewajiban negara menguasai kekayaan alam untuk kemakmuran rakyat.

“Dari awal merdeka sampai sekarang, kurang konsisten, kurang komitmen dalam melaksanakan pasal 33,” ujar dia di Hotel Sultan, Jakarta, Sabtu (13/4) malam.

Pasal itu, kata Andre, turut disinggung Prabowo dalam debat Pilpres 2019 kelima. Menurut dia, Prabowo Subianto tidak menyerang Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) ketika berbicara pasal 33 UUD 1945.
“Jadi, tidak ada maksud menyerang Pak SBY. Jadi, ini soal (penerapan) pasal 33 (UUD 1945),” kata dia.

Andre lantas mengkritik keras pemerintah era Presiden Joko Widodo (Jokowi) saat ini. Menurut dia, Jokowi tidak melanjutkan kesuksesan yang telah dicapai pemerintah era SBY selama 10 tahun.
“Pak Jokowi kami anggap gagal melaksanakan dan melanjutkan pondasi yang sudah diletakkan Pak SBY,” ungkap dia.

Sebelumnya, Prabowo terlibat adu argumen dengan capres petahana Jokowi terkait industrialisasi saat debat Pilpres 2019 edisi kelima.

Prabowo awalnya mengkritik deindustrialisasi pemerintah karena selama empat tahun lebih terjadi impor. Jokowi menjawab fokus pemerintah saat ini yakni membangun infrastruktur.
Menurut Jokowi, dengan pembangunan infrastruktur, akan terhubunglah kawasan industri, maupun pariwisata. Tidak mungkin membangun infrastruktur langsung mengekspor.

Menerima jawaban Jokowi, Prabowo menyebut negara harus kembali kepada UUD 1945 khususnya Pasal 33. Dia mengatakan perlu merencanakan pembangunan industrialisasi, menciptakan lapangan kerja, dan menyejahterahkan petani dan nelayan.

“Saya tidak salahkan bapak. Ini kesalahan besar, presiden-presiden sebelum bapak. Kita semua harus bertanggung jawab,” ungkap Prabowo. (jpnn)

Komentar

Topik Terkait