oleh

Susy Susanti Sebut Momota Lebih Sabar dari Ginting

INIKATA.com Kepala Bidang pembinaan dan Prestasi PBSI Susy Susanti angkat bicara soal kekalahan Anthomy Sinisuka Ginting dari Kento Momota di partai final Singapura Terbuka 2019 akhir pekan lalu. Susy menilai kekalahan Ginting disebabkan karena ia tidak memiliki kesabaran seperti Momota.

Ginting kalah dengan skor 21-10, 19-21, dan 13-21. Susy mengatakan, andai Ginting tidak diburu nafsu untuk segera ingin menyudahi pertandingan, hasilnya bisa jadi berbeda.

“Ginting kadang kadang spekulasinya suka pingin cepat-cepat matikan lawan,” ujar Susy saat dihubungi, Senin (15/4).

Menurut Susy, pola main seperti itu akan sulit bekerja melawan pemain sekelas Momota yang punya kesabaran dan keuletan tinggi dalam mengembalikan bola-bola sulit Ginting. Jika Ginting lebih suka memburu momen untuk meraih poin, Momota adalah tipe pemain yang lebih suka menunggu momen. Begitu momen tersebut terbuka, maka ia akan langsung melancarkan serangannya.

“Momota lebih tahan dan rajin. Dia juga bermain lebih sabar darui Ginting untuk menunggu momen buat mematikan musuh,” kata Susy.

Susy berharap, Ginting bisa belajar banyak dari kekalahan yang boleh dibilang cukup menyakitkan tersebut. “Memang ada hal-hal kecil yang bisa menjadi bumerang buat kita. Itu yang harus dipelajari buat menjadi pemain yang matang,”tutupnya.

(Inikata/Jawapos)

Komentar

Topik Terkait