oleh

Ambisi Angkat Trofi, Napoli Bakal Habis-habisan Lawan Arsenal

INIKATA.com – Berbekal keunggulan 2-0 atas Napoli, Arsenal akan dijamu habis-habisan oleh anak asuh Carlo Ancelotti di Neples dalam lanjutan liga Europa 2019.

Arsenal boleh datang ke Naples dengan membawa bekal kemenangan 2-0 di kandang sendiri pekan lalu. Namun, di tanah Italia, mereka tidak akan mudah mengulang hasil tersebut. Karena ada ambisi besar di kubu Napoli yang lama tak mencium trofi.

Mendatangkan trofi juara yang sudah lama tak singgah. Itulah salah satu alasan Presiden Napoli Aurelio De Laurentiis kala memulangkan Carlo Ancelotti ke Italia untuk membesut Lorenzo Insigne dkk. Maklum, sudah empat musim lemari trofi Partenopei -julukan Napoli- tak menambah koleksi. Terakhir, trofi Supercoppa Italiana edisi 2014–2015.

Tetapi, di tangan Ancelotti, Napoli terancam tak meraih gelar apapun musim ini. Kecuali, jika mampu memperpanjang napas dalam persaingan Liga Europa. Karena, Liga Europa-lah satu-satunya kans Don Carletto menandai comeback-nya ke Eropa dengan trofi juara. Makanya, selama 90 menit di San Paolo, Jumat (19/4) dini hari nanti jadi penentu harga diri Ancelotti.

Tak hanya Ancelotti. Laga ini juga sarat dengan gengsi bagi Napoli sebagai satu-satunya klub dari Italia yang bertarung di kompetisi Eropa. Karena, Rabu (17/4) kemarin, Juventus sudah tersisih dari perempat final Liga Champions di tangan Ajax Amsterdam.

“Kami satu-satunya klub dari Italia, dan itu yang akan jadi spirit kami tetap bertahan di sini (Liga Europa),” kata Ancelotti, dalam konferensi pers di Castel Volturno-kamp latihan Napoli, tadi malam WIB. Nah Ancelotti tidak ingin mengulangi musim pertama tanpa trofi bersama klub Italia ketika menangani AC Milan pada 2001-2002.

Apalagi, Ultras Napoli sudah kerap membentangkan banner di curva sud San Paolo agar Ancelotti segera membuktikan kapabilitasnya sebagai pelatih juara, terutama pada ajang Eropa. ”Apakah mereka (fans) menginginkan trofi? Saya justru mengharapkan komitmen dari pemain-pemain saya untuk merealisasikannya. Sebab saya bukanlah pesulap,” tutur allenatore 59 tahun itu, kepada Sky Sport Italia.

Beban defisit dua gol yang harus dikejar oleh Napoli kalau ingin menyelamatkan musim pertama Ancelotti. Saat leg pertama di London (12/4), Napoli takluk 0-2. Jika belajar dari pengalaman di Liga Europa musim ini, 25 menit pertama akan sangat krusial bagi pertahanan Napoli. Karena, tiga dari lima gol kebobolan Napoli terjadi pada kurun waktu tersebut.

Toh, Ancelotti mempunyai tiga kata untuk menggambarkan laga ini. ”Keberanian, kecerdasan, dan hati. Itu yang kami butuhkan,” klaim pelatih yang pernah merasakan persaingan dengan The Gunners -julukan Arsenal- semasa masih menukangi Chelsea pada 2009-2011 itu.

“Saya hanya melihat sedikit keberanian kami di awal-awal laga. Saya rasa kecerdasan kami dari dua babak masih belum maksimal. Main dengan hati, itu yang perlu kami masukkan dalam laga Kamis nanti (dini hari nanti WIB),” tambahnya.

Soal harga diri juga diemban Unai Emery, tactician Arsenal. Sama dengan nasib Ancelotti di Napoli, Emery juga terancam nirgelar musim ini. Kompetisi kasta kedua di Benua Biru ini jadi satu-satunya harapan pelatih terbanyak trofi Liga Europa itu musim ini.

Emery mengingatkan atmosfer San Paolo bisa jadi handicap bagi Laurent Koscielny dkk. ”Meski secara progress, kami sudah membaik dan lebih kompetitif pada musim ini. Di mana pun kami ingin memenangi laga,” sebut Emery, dikutip Daily Star.

Ucapan Emery memang mengandung unsur kepercayaan diri tinggi. Namun, faktanya Arsenal selalu kalah dalam dua laga tandang terakhirnya di Liga Europa. Siapa pun yang tersingkir di akhir laga nanti, dipastikan tak bisa menambah koleksi trofi mereka.

Komentar

Topik Terkait