oleh

4 Orang KPPS di Sulsel Meninggal Dunia

INIKATA.com Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Sulaweai Selatan menghaturkan belasungkawa pada KPPS yang telah mencurahkan seluruh tenaga dan pikiran dalam melaksanakan tugas mereka.

Ketua KPU Sulsel, Misnah M Attas mengungkapkan, berdasarkan laporan yang masuk, beberapa KPPS diantaranya meninggal dunia.

“Beberapa di antara KPPS, Relawan Demokrasi, PPS dan PPK ada yang jatuh sakit, kecelakaan yang mengakibatkan cacat seumur hidup, bahkan meninggal dunia pada saat menjalankan tugas,” kata Misna saat ditemui di Kantor KPU Sulsel, Jalan Pettarani, Makassar, Jumat (19/4/2019) kemarin.

4 Orang KPPS di Sulsel Meninggal Dunia

 

Terkait berapa penyelenggara Pemilu yang meninggal dunia di Sulsel, Misna mengatakan sementara mengumpulkan data, belum dapat dipastikan berapa totalnya. Bagi yang meninggal dunia, kepada keluarga yang ditinggalkan semoga diberi ketabahan dan kekuatan.

“Kami sudah minta, tapi Kabupaten Kota belum mengirimkan semua berapa yang meninggal dunia, yang masuk rumah sakit dan yang kecelakaan,” terangnya.

Menurut Misna, beberapa laporan sudah masuk. Sampai hari ini, kata dia, berdasarkan data sementara, di Sulsel sudah ada 4 yang meninggal dunia.

“Satu namanya Rinto di Luwu timur karena kecelakaan, kemudian Samsuddin (Sakit Tipes) di Bantaeng, Muh. Ihsan (Sakit Tipes) di Maros, Bantimurung, dan satu lagi di Luwu, Perempuan karena kecelakaan sehari sebelum pencoblosan (tabrakan),” ungkapnya.

Selain itu, juga terdapat penyelenggara yang cacat permanen, satu hari menjelang pencoblosan. Kejadiannya saat membangun posko TPS. “Paku melenting dan masuk ke matanya, meski sempat dirujuk di Rumah Sakit,” ungkapnya.

Sementara komisioner KPU Sulael Devisi Data Uslimin menambahkan, seperti yang dialami salah seorang petugas TPS di Kota Palopo disiram tinta pemilu dan disulut rokok oleh pemilih.

“Ada dua laporan yang kami terima korban penganiayaan satu dari TPS 1 Kelurahan Rengoli, Kota Palopo disiram tindak wajahnya dan disulut rokok oleh pemilih,” tandas komisioner KPU Sulael devisi data Uslimin saat ditemui di Kantor KPU Sulsel Jalan Ap Pettarani Makassar, Jumat (19/4/2019).

Atas kejadian tersebut, Uslimin menegaskan jika KPU Sulsel meminta pada KPU terkait untuk menempuh jalur hukum karena merupakan penganiayaan.

“Ini kita minta agar KPU nya melakukan pelaporan ke polisi karena itu penganiayaan. Kalau kasus hukum kita minta KPU Kabupaten untuk menempuh jalur hukum sebagai upaya perlindungan terhadap penyelenggara,” tasdas Usle sapaan akrab Uslimin.

Selain penganiayaan petugas TPS, ia juga mengungkap beberapa kejadian lain seperti Ketua KPPS TPS 10 Desa Palalakkang, Nurbaiti pingsan saat proses penghitungan suara berlangsung, Ketua KPPS TPS 6 Desa Palalakkang Haerunnisa pingsan saat proses penghitungan suara berlangsung dan sempat di opname.

“Di Kecamatan Burau Desa Bone Pute terjadi pemukulan terhadap Ketua KPPS 4 atas nama Mahdan,

Sartika TPS 6 Desa Harapan jatuh sakit saat proses pengisian Formulir C1, Yayu Sekretaris PPS Puncak Indra

keadaan tubuhnya drop saat proses Penghitungan Suara di TPS,” katanya. (Inikata/Sulselinikata/Hendrik)

Komentar

Topik Terkait