oleh

BPN Prabowo Kirim Surat ke KPU dan Bawaslu, Ini Tujuannya

INIKATA.com Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno telah mengirimkan surat kepada Komisi Pemilihan Umum RI (KPU) dan Badan Pengawas Pemilihan Umum RI (Bawaslu). Direktur Media dan Komunikasi BPN Prabowo-Sandi, Hashim Djojohadikusumo‎ mengatakan, mereka melayangkan surat tersebut dengan harapan agar penyelenggara pemilu bisa menggelar pemilu secara jujur dan adil (judil), tanpa kecurangan.

“Kami meminta KPU dan Bawaslu tegas menciptakan pemilu yang jujur dan adil,” ujar Hashim di Media Center, di bilangan Kertanegara, Jakarta, Sabtu (20/4).

Hashim menuturkan, surat ini dilayangkan lantaran BPN menemukan 1.200 dugaan kecurangan saat pilpres berlangsung. Salah satunya adalah temuan kelompok penyelenggara pemungutan suara (KPPS) yang dengan sengaja melakukan pencoblosan ‎surat suara paslon tertentu.

“Jadi, ‎mencermati situasi serta keadaan di lapangan setelah pemilu dan aduan maraknya kecurangan dalam pemungutan dan penghitungan suara,” katanya.

Adapun surat yang telah dikirimkan ke KPU dan Bawaslu ini sudah ditandatangi oleh Ketua dan Sekretaris BPN Prabowo-Sandi, Djoko Santoso dan Hanafi Rais.

Sementara itu, Direktur Kampanye BPN Prabowo-Sandi, Ferry Mursyidan Baldan prihatin dengan adanya dugaan kecurangan dan pelanggaran pemilu. Dia berharap KPU dan Bawaslu bisa turun tangan langsung menyelesaikan masalah ini.

“Kami bersyukur ketika KPU dan Bawaslu masih konsisten dengan misinya sebagai penyelenggara pemilu karena dugaan kecurangan ini bisa berdampak merontokkan moral bangsa,” katanya.

Dia pun meminta persoalan kecurangan pilpres 2019 ini segera diatasi. Sebab hal ini bisa mempengaruhi kualitas demokrasi.

“Jadi, jangan sangan sampai kecurangan pemilu dibiarkan terjadi,” pungkasnya.

(Inikata/Jawapos)

Komentar

Topik Terkait