oleh

Perkuat Pasar Domestik, Viva Mulai Mapping Keperluan Ekspor

INIKATA.com – Membaiknya ekonomi nasional membuat industri kecantikan tanah air, Viva Cosmetics berhasil mencatat kinerja positif di awal tahun 2019. Memasuki kuartal kedua, Vivan akan meresmikan kantor perwakilan di Malang.

Direktur Distribusi Viva Cosmetics Area Indonesia Timur Yusuf Wiharta mengatakan, kehadiran kantor perwakilan bisa memberikan dampak positif bagi kelangsungan perusahaan. Terlebih lagi area Malang dan sekitarnya selama ini telah menyumbang persentase pendapatan yang cukup besar bagi kawasan Indonesia Timur. ”Lebih dari 5 persen angkanya,” ujarnya dalam keterangan resmi, Jumat (19/4).

Nantinya kantor perwakilan Malang akan mengcover keperluan Viva untuk area Malang Raya seperti Lawang, Kabupaten Malang, Kota Malang, Batu, hingga Blitar. Dia berharap kehadiran kantor perwakilan mampu memberikan dampak secara langsung di tahun ini. Baik product awareness maupun penjualan.

”Dengan hadirnya kantor perwakilan, tentu mempermudah sinergi kami dengan pihak-pihak terkait. Sebab kunci untuk mencapai kesuksesan adalah sinergi dengan semua pihak,” jelas Yusuf. Selain area Malang, Viva juga telah memiliki kantor perwakilan di beberapa daerah lain. Seperti Jember, Semarang, dan kota besar lainnya.

Viva Menggali Potensi Pasar Belanda dan Perancis

Tak hanya fokus pada pasar domestik, Viva juga mulai melakukan mapping untuk keperluan ekspor. Setelah tahun lalu melakukan perjalanan bisnis dan menggali potensi pasar di Belanda dan Perancis, tahun ini rencananya manajemen akan melihat potensi di kawasan Timur tengah dan Rusia.

”Kami akan ke Muscat, Oman pada akhir bulan April ini. Lalu ke Rusia di awal Agustus mendatang,” tutur Yusuf.

Tak hanya berkunjung, Viva juga akan mensupport kegiatan kebudayaan Indonesia di negara-negara tersebut. Seperti dengan melakukan event fashion show dan parade kebudayaan. ”Ini merupakan tanggung jawab moral kita sebagai bagian dari Indonesia untuk terus mempromosikan negeri ini. Apalagi Viva merupakan produk asli Indonesia yang sudah berusia lebih dari 57 tahun,” tegasnya.

Memang diakuinya kontribusi ekspor Viva selama ini masih kecil. Hanya sekitar 5 persen dari total keseluruhan produksi. ”Tapi tentu, ini tetap harus di-manage dengan baik sehingga bisa meningkat di tahun-tahun ke depan,” lanjut Yusuf. (**/jpc)

Komentar

Topik Terkait