oleh

KPU Sebut Petugas KPPS yang Meninggal Bertambah Jadi 144 Orang

INIKATA.com Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU), Viryan Aziz mengatakan, petugas Kelompok Penyelengga Pemungutan Suara (KPPS) yang menjadi korban jiwa terus bertambah.

Viryan mengatakan sampai pukul 15.15 WIB, sebanyak 144 yang meninggal dunia. Itu tersebar di 33 provinsi di seluruh Indonesia. Padahal satu hari sebelumnya jumlah meninggal dunia hanya 119 petugas KPPS.

“Yang sakit ada 883, meninggal 114‎ sehingga totalnya sebanyak 1.027 petugas KPPS,” ujar Viryan saat dikonfirmasi, Rabu (24/4).

Terpisah, ‎Ketua KPU Arief Budiman mengatakan perlu ada evaluasi dari penyelenggaran Pemilu serentak ini, termasuk dengan teknis-teknisnya. Mengingat banyaknya petugas KPPS yang meninggal dunia.

“Ya ini jadi perhatian kita semua, pasca pemilu perlu kita lakukan evaluasi, bukan hanya terkait dengan sistemnya, tapi juga teknis kerjanya bagaimana,” katanya.

“Dengan teknis kerja seperti sekarang ini, orang nggak bisa selesaikan sampai dengan tengah malam, dia bahkan harus melanjutkan sampai dengan pagi samapai matahari terbit berikutnya,” tambahnya.

Arief mengatakan, Pemilu serentak 2019 ini ‎sangat melelahkan. Apalagi sampai adanya petugas KPPS yang kehilangan nyawa aibat mengawal pesta demokrasi ini.

“Memang melelahkan, ini melelahkan bagi semua. Bagi penyelenggara pemilu, bagi peserta pemilu, bagi petugas keamanan, bagi masyarkat juga. Ini tentu melelahkan bagi semua, jadi saya pikir perlu dijadikan pembahasan bersama,” pungkasnya.

(Inikata/Jawapos)

Komentar

Topik Terkait