oleh

Menlu Venezuela Tuduh Amerika Dalang Kudeta Maduro

INIKATA.com – Menteri Luar Negeri Venezuela Jorge Arreaza menuding Amerika Serikat sebagai pendorong terjadinya rencana kudeta militer terhadap Presiden Nicolas Maduro.

Arreaza juga menuding pemimpin oposisi Juan Guaido bertindak di bawah arahan Amerika Serikat.

“Ini direncanakan di Washington, di Pentagon, dan Kementerian Luar Negeri AS, dan oleh Bolton,” kata Arreaza seperti dilansir dari Reuters, Selasa (30/4).

Arreaza mengatakan Maduro yang telah berkuasa sejak 2013 masih memegang kendali negaranya dengan dukungan militer.

Pemimpin oposisi Venezuela, Juan Guaido mengumumkan tahap akhir upayanya untuk mengakhiri pemerintahan Presiden Nicolas Maduro.

Dia muncul dalam video dengan pria berseragam dan mengklaim bahwa dia mendapat dukungan militer.

Guaido yang menyatakan sepihak bahwa dirinta adalah presiden sementara Venezuea pada Januari lalu, menyerukan lebih banyak anggota militer dan warga Venezuela untuk membantunya mengakhiri perebutan kekuasaan Maduro.

Dalam video berdurasi tiga menit itu, dia berdampingan dengan pemimpin oposisi lainnya, Leopoldo Lopez, yang telah berada di bawah tahanan rumah sejak dinyatakan bersalah menghasut kekerasan selama protes anti-pemerintah pada tahun 2014.

Lopez mengatakan bahwa dia telah dibebaskan oleh anggota militer yang telah menyatakan kesetiaan mereka kepada Guaido.

Dalam video yang dibagikan di media sosial tersebut, Guaido mengumumkan bahwa dia mendapat dukungan “tentara pemberani” di Caracas.

“Rakyat Venezuela, mari kita turun ke jalan untuk mendukung akhir perebutan kekuasaan, yang tidak dapat diubah. Angkatan Bersenjata Nasional telah mengambil keputusan yang tepat, mereka mendapat dukungan dari rakyat Venezuela, dan dukungan dari konstitusi kita, mereka dijamin berada di sisi kanan sejarah,” kata Guaido seperti dimuat BBC. (**/RMOL)

Komentar

Topik Terkait