oleh

Ini Alasan Kenapa Puasa Bisa Buat Tubuh Jauh Lebih Sehat

INIKATA.com – Puasa Ramadan adalah bulan mengendalikan diri dari hawa nafsu termasuk makan dan minum. Jika selama ini sudah begitu banyak mengonsumsi makanan tinggi gula garam dan lemak (GGL) maka kini saatnya untuk beristrahat sejenak dengan berpuasa.

Dekan Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI) Prof. Dr. dr. Ari Fahrial Syam, SpPD-KGEH, MMB, kepada JawaPos.com, Minggu (5/5), menjelaskan puasa Ramadan yang dilaksanakan masyarakat muslim merupakan suatu keadaan yang secara medis dikenal sebagai Prolonged Intermittent Fasting.

Hikmah puasa adalah agar tubuh lebih sehat. Saat berpuasa ada pembatasan asupan makanan, keteraturan dan pengendalian diri.

“Ketiga unsur ini adalah sesuatu yang seharusnya konsisten kita laksanakan baik pada saat berpuasa dan setelah berpuasa,” jelasnya.

1. Mengatur Frekuensi Makan
Puasa Ramadan membuat kita mengurangi frekuensi makan kita yang biasanya 3 kali menjadi 2 kali dengan jarak antara 2 makan sekitar 14 jam yaitu tidak mengonsumsi makan dan minum mulai dari sahur sampai dengan berbuka.

Dampak adanya pembatasan makan atau asupan kalori jelas akan membuat manfaat bagi kesehatan. Pembatasan makan akan membuat tubuh melakukan penghancuran lemak tubuh. Pembatasan makan juga menyebabkan pengurangan radikal bebas yang berbahaya bagi tubuh kita.

2. Tekan Kolesterol
Asupan lemak yang berkurang akan juga mengurangi asupan kolesterol. Jika seseorang berpuasa dengan baik parameter laboratorium akan membaik. Kolesterol total, trigliserida akan menurun, begitu pula kolesterol jahat (LDL) juga akan menurun.

Kadar asam urat mustinya juga menurun, begitu pula bagi orang yang memang sudah menderita gula darah tinggi, mustinya gula darahnya juga terkontrol. Berbagai penelitian pada penduduk yang berpuasa melaporkan penurunan kadar LDL dan meningkatnya kadar HDL, hal ini jelas positif untuk pencegahan penyakit kardiovaskuler.

“Namun hal ini tidak terwujud kalau kita menerapkan budaya balas dendam saat berbuka dengan menonsumsi makan secara berlebih-lebihan,” tukas dr. Ari.

3. Kurangi Merokok
Selama melaksanakan puasa Ramadaan seharusnya juga bagi seorang perokok bisa mengurangi konsumsi rokok. Selama puasa Ramadan para perokok bisa melatih untuk tidak merokok. Para perokok dapat menahan diri untuk tidak merokok selama 14 jam. Setelah waktu berbuka sampai sahur lagi.

4. Komposisi Makanan Lebih Seimbang
Konsumsi sayur dan buah-buahan dianjurkan saat buka atau sahur. Menu yang dianjurkan saat berbuka adalah jus buah dan konsumsi kurma dan tetap juga menkonsumsi sayur-sayuran saat makan berbuka dan saat sahur.

Buah-buahan dan sayur-sayuran mengandung tinggi serat, mineral, vitamin, anti oksidan dan karbohidrat kompleks, untuk kacang-kacangan bahkan juga mengandung protein nabati. (Jpc)

Komentar

Topik Terkait