oleh

Suap Proyek Irigasi, Kejati Agendakan Pemanggilan Pihak Kementrian PUPR

INIKATA.com – Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sulsel terus melakukan pengusutan terkait kasus suap proyek irigasi yang diduga dilakukan oleh pihak pemkab Bulukumba, Sulawesi Selatan.

Hingga saat ini pihak kejaksaan tinggi sulsel masih melakukan pemeriksaan terhadap sejumlah saksi dalam kasus dugaan suap proyek irigasi tersebut.

Dimana proyek irigasi tersebut menelan anggaran sebesar Rp49 miliar yang bersumber dari anggaran pendapatan belanja negara (APBN).

Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) Sulsel, Tarmizi mengatakan, jika pihak saat ini terus melakukan pemeriksaan saksi dari pihak Kementerian PUPR terkait perkara dugaan korupsi proyek irigasi di Kabupaten Bulukumba.

“Kemarin sudah dipanggil dua kali (Kementerian PUPR) tapi tidak dihadiri,” kata Tarmizi, Senin (13/5/2019).

Kendati demikian, Tarmizi telah meminta kepada penyidik untuk dijadwalkan ulang agenda pemeriksaan terhadap saksi dari pihak Kementerian PUPR di Jakarta.

“Mungkin karena jauh, sehingga saya meminta kepada Aspidsus agar dilakukan pemeriksaan disana (Jakarta),” tuturnya.

Kasus dugaan korupsi yang diindikasi melibatkan Bupati Bulukumba, bermula ketika seorang PNS dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Bulukumba, Andi Ichwan, membocorkan di akun facebooknya tentang dugaan korupsi proyek Irigasi.

Andi Ichwan sambil menunjukkan proposal dan uang pecahan yang digunakan sebagai uang suap pengurusan anggaran Dana Alokasi Khusus pada APBNP 2017 di Kementerian PUPR.

Dari rencana anggaran Rp 49 Miliar (APBN-P) 2017, namun turun pada TA 2018 sebesar Rp 30 Miliar. Pada proses negosiasi dengan Kementerian Keuangan inilah terjadi proses yang diduga praktek korupsi terjadi antara para pihak. Dan peran Bupati Bulukumba menjadi sentral dalam hal tersebut. (Anca)

Komentar

Topik Terkait