oleh

Fadli Zon: Pernyataan Arief Poyouno Tak Mewakili Gerindra

INIKATA.com – Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Arief Poyuono meminta Partai Demokrat keluar dari Koalisi Indonesia Adil dan Makmur. Pernyataan ini bukan sikap resmi Partai Gerindra.

“Ya, saya pikir itu (pernyataan Arief Poyuono) adalah suara dari pribadi-pribadi,” kata Waketum Partai Gerindra Fadli Zon di gedung parlemen, Jakarta, Selasa (14/5).

Wakil ketua DPR itu mengatakan, perbedaan dalam politik sesuatu yang biasa-biasa. Perbedaan suara kader merupakan fakta biasa dalam demokrasi.

Hanya saja, Fadli menegaskan, untuk pengambilan keputusan dan sikap resmi tentu diwakili pimpinan-pimpinan partai yang tergabung dalam Koalisi Indonesia Adil dan Makmur.

Dalam hal ini Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto, Ketum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono, Ketum Partai Amanat Nasional Zulkifli Hasan, dan Presiden Partai Keadilan Sejahtera Sohibul Iman.

“Sejauh ini saya kira tidak ada hal yang luar biasa. Kalau perbedaan antara kader itu ya, itu adalah biasa dalam demokrasi,” ungkap Fadli.

Lebih lanjut Fadli tidak ingin berspekulasi dan memprediksi soal peta koalisi. Dia menegaskan, belum bisa menilai sebelum pengumuman hasil resmi rekapitulasi dan penghitungan suara oleh Komisi Pemilihan Umum pada 22 Mei 2019.

“Kami akan melihat apa yang akan terjadi dalam waktu-waktu ke depan. Jadi, kami tidak bisa mengambil suatu sikap, komentar, maupun prediksi, apa terjadi ke depan ini setelah tanggal 22 Mei ya,” ungkapnya.

Fadli berharap, anggota Koalisi Adil dan Makmur yang sudah berjuang bersama setidaknya dalam 10 bulan belakangan, punya satu sikap dan pandangan sama tentang perkembangan keadaan.

“Kami tidak tahu perkembangan keadaannya seperti apa dinamikanya, dan saya kira itu akan menentukan setiap partai politik,” ujar Fadli. (jpnn)

Komentar

Topik Terkait