oleh

Pemukulan Wartawan di Unhas, AJI: Pelaku Mesti Diproses

INIKATA.com – Penyelesaian kasus pemukulan wartawan media PK Identitas Universitas Hasanuddin (Unhas) oleh Satpam Unhas yang terjadi dua pekan lalu kembali disoroti Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Makassar.

Nurdin Amir selaku Ketua AJI Makassar menyayangkan tindakan birokrasi kampus yang tidak melanjutkan kasus pemukulan tersebut. Padahal menurutnya, apa yang dilakukan oleh Satpam adalah tindakan brutal dan upaya membungkam pers mahasiswa.

“Bagi pelaku harus diproses. Kasus pemukulan dan perampasan alat peliputan dan menghapus foto merupakan pembungkaman pers mahasiswa,” ucapnya Senin (14/5/2019) kemarin malam.

Ia menegaskan, apapun alasannya, pihak keamanan kampus Unhas sama sekali tidak boleh melakukan pemukulan, apalagi terhadap wartawan yang jelas-jelas dinaungi UU Perlindungan Pers.

“Tidak ada haknya pengamanan kampus melakukan pemukulan. Apapun alasannya. Sudah mengaku dari pers mahasiswa, tapi tetap dirampas alat peliputan dan dihapus gambarnya. Ini tidak benar,” ucapnya.

“Meski hanya ada di ruang lingkup kampus, pers mahasiswa juga melakukan proses kerja jurnalistik dan tidak boleh dihalang-halangi. Selain itu, pers mahasiswa atau pers kampus itu bukan humas kampus. Hanya memberitakan berita advetorial dan berita-berita positif saja, bukan kritik. Itu kesalahan berpikir,” lanjutnya.

Sementara itu, Ishak Rahman selaku Biro Humas kampus mengaku, pihaknya sudah menyelesaikan masalah kasus pemukulan tersebut secara “baik-baik”. Ia menilai, apa yang dilakukan awak media Identitas pada saat kejadian tersebut adalah tindakan yang salah karena tidak memakai Id Pers saat peliputan.

“Dia punya Id Pers tapi dia kantongi, dia tidak tunjukkan, nanti pada saat sudah diamankan oleh Satpam baru dia tunjukkan kalau dia ini pers makanya waktu itu saya sebagai Humas marahi saya bilang kamu ini kenapa tidak pake Id Pers mu, kamu harus pake Id Pers, supaya kamu terlindungi begitu,” jelasnya saat di konfirmasi Senin (13/5/2019) kemarin.

“Tapi masalah sudah selesai kok. Satpam ini tidak sengaja memukul karena satpam mengamankan, karena dia sama sekali tidak menyangka bahwa dia ini adalah dari pers,” bebernya.

Ia pun menjelaskan mengenai kondisi awak media Identitas yang kena pukul. Menurutnya, pemukulan tersebut tidak sampai menyebabkan memar pada korban.

“Tidak sampai luka memar kok, kita tidak dapat laporan, yang sampai luka memar itu ada dari mahasiswa UKM Teater, kalau itu dia memang ada luka memar kemudian melapor ke polisi,” ucapnya.

Perihal perampasan alat peliputan dan penghapusan foto, ia pun membantah hal demikian. Ia mengatakan, saat ia mengetahui kejadian tersebut, ia segera menemui Satpam yang menyita kamera awak media Identitas. Katanya, ia segera memeriksa kamera tersebut apakah masih berfungsi atau tidak. Ia pun sempat melihat beberapa foto-foto, pikirnya kamera tersebut masih berfungsi. Lantas ia segera mengembalikan kamera tersebut.

Namun ia mengaku sama sekali tidak mengetahui jika beberapa foto pemukulan terhadap aksi massa sudah dihapus pihak Satpam.

“Saya tidak dapat infonya kalau itu karena kalau sepengetahuan saya kita serahkan kameranya dalam keadaan utuh,” ucapnya.

Sebelumnya, aksi demonstrasi yang dilakukan mahasiswa Unhas 2 Mei 2019 lalu terjadi bentrokan. Awak media Identitas saat itu yang tengah meliput bentrokan juga dipukul menggunakan bambu oleh satpam dibagian paha kiri. Selain itu, foto-foto pemukulan mahasiswa yang ia jepret juga dihapus oleh Satpam. (Harun)

Komentar

Topik Terkait