oleh

LKKN Temukan Rancangan Anggaran Mark Up di Desa Ara Bulukumba

MAKASSAR, INIKATA.com Lembaga Kontrol Keuangan Negara (LKKN) bersama dengan Satgas Independent Pemuda desa Ara, Bulukumba, Sulsel, bakal melaporkan kepala desa Ara di Kejati Sulsel. Karena diduga korupsi.

Akram selaku pemuda desa Ara mengatakan, dari hasil temuan di lapangan bersama dengan LKKN, didapati sejumlah penyimpangan dari bentuk pembangunan yang tidak sesuai dengan bestek, juknis, dan tupoksi UUD yang berlaku.

Ia mengatakan, setidaknya ada tiga hal kasus yang diduga menjadi lahan korupsi. Kasus pertama yakni anggaran Pamsimas yang sudah dikelontorkan tapi tidak dirasakan oleh masyarakat.

Hal lain yakni, pembangunan gedung masyarakat yang bersumber dari dari dana masyarakat namun diklaim Mumdes sebab tanpa sepengetahuan masyarakat. Dan terakhir perihal pekerjaan pembangunan sepakbola terindikasi korupsi karena tidak sesuai degan bestek.

Menurutnya, itu disebabkan karena tidak aktifnya Badan Pengawasan Desa (BPD). Ia menilai para aparat BPD makan gaji buta. Ia melihat pembangunan selama ini hanya melibatkan tokoh masyarakat tertentu. Padahal menurutnya, pemuda dan masyarakat lain juga diperlukan dalam pembangunan desa.

Selain itu faktor lain yang dinilai penyebabnya rentannya korupsi dana desa yakni tidak adanya transparansi dan sosialisasi.

“Selama ini sebagian pemerintah desa sangat tertutup mengenai penggunaan dana desanya khusus di desa Ara,” ucapnya, Kamis (16/5/2019).

Sementara itu Ketua LKKN, A. Isma mengatakan, tindakan seperti ini harus di tindak lanjuti. Ia menjelaskan setidaknya ada 5 titik rawan korupsi yakni proses perencanaan, proses pertanggungjawaban, monitoring dan evaluasi, pelaksanaan, dan pengadaan barang dan jasa dalam hal penyaluran dan pengelolaan.

Adapun sejumlah modus korupsi yang dipantau LKKN, antara lain membuat rancangan anggaran biaya di atas harga pasar, mempertanggungjawabkan pembiayaan bangunan fisik dengan dana desa padahal proyek tersebut bersumber dari sumber lain. (Run)

Komentar

Topik Terkait