oleh

Pengakuan Mengejutkan Ali Fauzi soal Penangkapan Terduga Teroris di Gresik

GRESIK, INIKATA.com -Kabupaten Gresik yang selama ini dijuluki sebagai kota santri dan kota wali di Provinsi Jawa Timur, dikenal relatif aman dan kondusif kini tiba-tiba berubah.

Hal itu lantaran tim Densus 88 Mabes Polri, menangkap seorang pria berusia 43 tahun berinisial AS, yang diduga kuat terlibat sebagai jaringan terorisme, pada Sabtu (18/5/2019).

AS ditangkap usai menunaikan salat subuh tidak jauh dari rumahnya di Perumahan Griya Suci Permai (GSP) Baru, Blok F, Desa Suci, Kecamatan Manyar, Kabupaten Gresik.

Kapolres Gresik AKBP Wahyu Sri Bintoro membenarkan penangkapan terduga teroris tersebut di wilayah hukum Polres Gresik.

“Ya mas, betul tim Densus 88 menangkap AS terduga teroris,” ujarnya singkat.

Sementara itu, mantan Kombatan Ustad Ali Fauzi mengatakan, penangkapan terduga teroris di Gresik kota santri, bukan kali ini terjadi.

“Ini yang kesekian kalinya terduga teroris ditangkap di Gresik,” ujar Ali Fauzi kepada inikata.com melalui jaringan telepon selulernya, Minggu (19/5/2019).

Fauzi mengakui bahwa saat ini di Gresik masih ada sel-sel tidur yang belum diaktifkan. Dan sel teroris ini hanya berfungsi covering party atau tim pengamanan.

Selain itu, alasan lain kenapa para terduga teroris ini memilih Gresik sebagai daerah hunian karena daerah ini dianggap masih sangat aman bagi kelompok teroris.

“Gresik ini kan aman. Lagi pula daerah ini bisa menjadi wilayah penghubung untuk daerah Jawa Timur bagian barat dan bagian wilayah Tapal Kuda,” jelas Ketua Yayasan Lingkar Perdamaian ini.

Alasan lain karena masyarakat Gresik ramah-ramah terhadap pendatang apalagi yang datang adalah sosok yang berpenampilan religius.

Dan satu lagi, minimnya pengetahuan masyarakat Gresik terhadap ciri-ciri kelompok teroris.

“Kelemahan-kelemahan inilah yang dimanfaatkan oleh kelompok ini,” tandas saudara kandung Ali Imron ini. (Muh)

Komentar

Topik Terkait