oleh

PSS vs Arema Rusuh, Kompetisi Liga 1 2019 Terancam Dihentikan

INIKATA.com – Penghentian kompetisi atau pencabutan rekomendasi mengancam Liga 1 2019. Pasalnya, baru-baru ini terjadi kerusuhan dalam laga PSS Sleman kontra Arema FC.

Badan Olahraga Profesional Indonesia (BOPI) sudah memberikan tenggat waktu pemberian hukuman kepada PSSI dan PT Liga Indonesia Baru (LIB) terkait hal itu. Tenggat waktu hanya tersisa 1×24 jam.

Plt Sekjen BOPI Sandi Suwardi Hasan mengatakan, hal itu dilakukan bukan karena pihaknya menganggap diri superior, melainkan menjalankan tugas dan wewenang.

’’Saya ada di lokasi waktu kerusuhan. Intinya, kalau PT LIB itu serius, PSSI juga dalam menjalankan liga, tidak akan terjadi seperti itu,” katanya.

Ancaman dari BOPI juga bisa berimbas pada Liga 2 yang belum bergulir. Meski demikian, PSSI menanggapinya dengan dingin.

“Ada prosedurnya semuanya. Sekarang ini pengawas pertandingan, panpel pertandingan sedang melaporkan,” kata Sekjen PSSI Ratu Tisha Destria ketika dikonfirmasi Jawa Pos.

Laporan itu akan masuk ke PT LIB, lalu diolah, dan kemudian diberikan ke PSSI yang diteruskan ke Komisi Disiplin (Komdis).

Manajer Kompetisi PT LIB Asep Saputra menuturkan, beberapa laporan terkait kerusuhan saat laga PSS melawan Arema FC masih sebatas kronologis awal mula hingga puncak chaos.

’’Kemudian ada background kejadian seperti apa. Itu masih jadi bagian yang kami pelajari. Terlalu dini juga untuk disampaikan,’’ katanya.

Pihaknya juga masih memberikan ruang kepada polisi untuk bekerja. Sejauh ini, isu adanya provokator juga masih belum tentu benar.

’’Ini juga akan jadi bahan evaluasi kami agar ke depannya hal-hal yang harus diperbaiki segera diperbaiki. Tidak terjadi seperti ini lagi,’’ jelasnya.

Saat disinggung soal sanksi yang mungkin dijatuhkan kepada pihak terkait dalam laga PSS versus Arema, Asep angkat tangan.

Dia menegaskan, PT LIB tidak berhak menentukan atau memberi sanksi. Semuanya diserahkan kepada Komdis PSSI.

’’Kami bantu support data saja. Cukup di situ,’’ ucapnya.

Secara pribadi Asep juga berharap semua pihak bisa saling bantu. Sebab, kerusuhan di Sleman itu mau tak mau ikut mencoreng wajah Liga 1 di hadapan sponsor.

“Sponsor sudah saja jelaskan dan mengerti. Berharap ini tidak terulang lagi,’’ ujarnya. (jpnn)

Komentar

Topik Terkait