oleh

Curiga Ada Penggelembungan Suara, Caleg Golkar Ini Gugat Penyelenggara Pemilu

INIKATA.com – Calon legislatif (Caleg) Partai Golkar Daerah pemilihan (Dapil) XI, Marthen Rantetondok melayangkan gugatan internal untuk perselisihan hasil suara pemilihan legislatif (Pileg) 2019 ke Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Sulsel.

Caleg petahana ini melaporkan adanya dugaan pelanggaran penggelembungan suara di Luwu Timur. Penggelembungan suara itu, dituding sebagai sebab dia tak lagi bisa melenggang ke DPRD Sulsel untuk periode selanjutnya.

“Saya melaporkan kejadian yang ada di Dapil XI. Setelah saya mencermati perolehan suara, ada kejanggalan. Terjadi, pelanggaran yang dilakukan penyelenggara pemilu. Di satu TPS di situ ada Caleg yang mendapat suara fiktif. Di mana suaranya di TPS 0 tapi saat rekap kecamatan ada suaranya 5,” kata Marthen.

Dugaan pelanggara itu kata Marthen massif terjadi di Luwu Timur. Terutama di kecamatan Malili dan Nuha, Towuti, hingga Burau. Menurut Marthen ini merupaka  pelanggaran yang Terstruktur, Sistematis, dan Massif (TSM). Hal itu berdasarkan Bukti yang ada.

Tak hanya mengadu ke Bawaslu Sulsel, Marthen juga akan terbang ke Jakarta. Ia rencananya akan melakukan konsultasi ke Mahkamah Partai Golkar. Untuk selanjutnya dilanjutkan ke Mahkamah Konstitusi (MK).

“Saya sudah kasikan untuk Golkar termasuk mahkamah partai, supaya ada petunjuk seperti apa langkah yang akan saya lalukan,” katanya.

“Kalau Laporan saya di Bawaslu Sulsel sebenarnya sudah lama masuk. Di Bawaslu Sulsel. Tapi lewat masa waktunya. saya tidak tanggapi, karena susah saya akses data di partai,” sambung Marthen sambil berlalu.

Komisioner divisi penindakan pelanggaran Bawaslu Sulsel, Azry Yusuf mengakui jika pihaknya telah menerima aduan dari dua Caleg tersebut. Selanjutnya aduan tersebut akan dipelajari.

“Kami akan lihat, dan baca dan itu akan kami pelajari, jika ada informasi dugaan pelanggaran. Itu informasi awal. Mungkin kami akan melakukan penelusuran, dan menyampaikan ke pelapor untuk memyampaikan laporannya secara resmi,” kata Azry.

Azry bilang, semua laporan yang masuk ke Bawaslu tetap akan diproses sesuai dengan mekanisme yang ada. Langkah itu kata dia, tujuannya untuk memberikan kepastian hukum terhadap pelapor serta yang dilaporkan. (Hendrik)

Komentar

Topik Terkait