oleh

Selain Tolak Hasil Pilpres, BPN Juga Bakal ke MK

INIKATA.com – Pasangan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno secara resmi menolak pengumuman hasil pilpres yang dilakukan Komisi Pemilihan Umum (KPU) pada Selasa (21/5/2019) kemarin.

Jubir Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi, Andry Arief Bulu (AAB) mengungkapkan, penolakan dilakukan karena KPU tidak mengindahkan peringatan yang sudah disampaikan pihaknya pada 14 Mei lalu, di Hotel Grand Sahid.

“Kala itu, Prabowo menegaskan tidak akan menerima hasil perhitungan suara yang dilakukan KPU. Selama penghitungan itu bersumber pada kecurangan,” jelas AAB kepada INIKATA.com, Rabu (22/5/2019) dinihari.

Tak hanya itu, pasangan nomor urut 02 ini juga berencana mengajukan gugatan ke Mahkamah Konstitusi (MK) dalam rentan waktu 3×24 jam pasca pengumuman hasil pemilu oleh KPU.

Ia menegaskan, pihaknya akan membawa bukti kecurangan Pilpres 2019 yang ditemukan oleh pihak Prabowo-Sandi.

“KPU juga terindikasi terlibat dalam kecurangan lantaran sejak awal persiapan penyelenggaraan sudah terjadi kecurangan. Contohnya, DPT bermasalah yang jumlahnya sangat fantastis tidak pernah benar-benar diurus oleh KPU,” kata AAB.

Lebih lanjut ia menuturkan, sejak awal pihak 02 menyerukan single identity number, ini terbukti bahwa salah satu akar masalah pillres adalah DPT.

“Netralitas ASN dan perangkat negara lainnya dipertanyakan .Tujuan Prabowo-Sandi menempuh proses hukum ke Mahkamah Konstitusi merupakan tanggung jawab ke masyarakat yang masih belum atau tidak dapat diselesaikan oleh KPU dan Bawaslu,” tuturnya.

Keputusan ke MK ini juga kata dia karena ada desakan dari rakyat yang merasakan langsung akibat kecurangan. (Hendrik)

Komentar

Topik Terkait