oleh

Tim Jokowi Ragu BPN Bisa Buktikan Pemilu Curang di MK

INIKATA.com – Juru Bicara Tim Kampanye Nasional Joko Widodo – KH Ma’ruf Amin (TKN Jokowi – Ma’ruf) Jerry Sambuaga mengingatkan kubu Prabowo Subianto – Sandiaga S Uno yang menggugat hasil Pilpres 2019 ke Mahkamah Konstitusi (MK) harus memiliki bukti valid. Jerry menyatakan, selisih suara antar-kontestan Pilpres 2019 mencapai 16,9 juta dan kubu Prabowo – Sandi harus bisa membuktikannya sebagai hasil kecurangan yang terstruktur, sistematis dan masif.

“Yang harus dipahami adalah yang mesti dibuktikan tidak hanya cara atau bagaimana pilpres dilakukan, tetapi juga suara dan bukti-buktinya, data apa yang dipunyai, data apa yang mereka ajukan dan data apa yang akan mereka permasalahkan,” ungkap Jerry dalam diskusi MK Adalah Kunci di Jakarta Pusat, Sabtu (25/5).

Menurut Jerry, tim kuasa hukum Prabowo – Sandi harus bisa membeber semua bukti dan data untuk memperkuat gugatannya di MK. Sebab, katanya, kuasa hukum Prabowo – Sandi tak bisa hanya gembar-gembor soal kecurangan tanpa mampu membuktikannya.

“Jangan bilang curang karena hasil tidak sesuai keinginan dan kehendak lalu protes tetapi tidak ada bukti,” ucap Jerry.

Lebih lanjut Jerry mengatakan, sebelumnya kubu Prabowo – Sandi juga sudah melaporkan dugaan kecurangan ke Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu). Namun, Bawaslu menolak laporan itu.

“Jangan hanya mengutip media sebagaimana kemarin sudah dibawa ke Bawaslu dan ditolak, artinya bukti yang dibawa tidak kredibel. Itu yang kami pesimistis, ketika ke Bawaslu saja ditolak, apalagi nanti di MK Secara teknis dan secara prosedur,” kata Jerry.

Seperti diketahui, Prabowo Subianto – Sandiaga Uno menggugat hasil Pilpres 2019 ke MK. Berdasar hasil rekapitulasi suara Pilpres 2019 yang ditetapkan Komisi Pemilihan Umum (KPU) pada Selasa (21/5) pukul 01.46 WIB, duet Jokowi – Ma’ruf meraih 85.607.362 suara atau 55,50 persen, sedangkan Prabowo – Sandiaga memperoleh 68.650.239 suara atau 44,50 persen. (Inikata/Jpnn)

Komentar

Topik Terkait