oleh

Jangan Bandel, Pengecer BBM Tanpa Izin Akan Ditertibkan

SELAYAR, INIKATA.com – Asisten Pemerintahan Setda Kepulauan Selayar, Suardi memimpin rapat bersama tim terpadu terkait maraknya pengecer Bahan Bakar Minyak (BBM) dalam kota Benteng yang tidak mengantongi izin. Rapat digelar di Ruang Rapat Pimpinan Kantor Bupati Kepulauan Selayar, Jumat (24/5/2019).

“Dalam rapat ini kita menyamakan persepsi serta merumuskan langkah atau tahapan penertiban pengecer BBM yang diawali dalam wilayah kota Benteng,” kata Asisten Pemerintahan Suardi selaku Ketua Tim Terpadu Penertiban BBM, berdasar SK Bupati Nomor 379/V/Tahun 2019.

Asisten Ekbangkes Arfang Arief mengatakan, selain regulasi BPH Migas yang melarang pengecer menjual BBM tanpa izin, juga dikhawatirkan rentang terjadi bahaya kebakaran yang tidak bisa dihindari.

Sementara peraturan BPH Migas Nomor 6 Tahun 2015 adalah menjadi acuan Sub Penyalur BBM. Salah satu diantaranya berjarak 5 km dari APMS terdekat.

“Salah satu syarat menjual BBM yaitu jarak dari APMS dengan pedagang/pengecer yaitu 5 km, sementara di dalam kota benteng ada 2 APMS yang berdekatan,” kata Arfang Arief.

Kasat Reskrim Polres Selayar Iptu Arham Gusniar, juga menegaskan bahwa acuan penertiban, mengacu pada UU No. 22 Th 2001 tentang Minyak dan Gas Bumi. Dijelaskan Sanksi Pidana terdapat pada pasal 53.

Dalam rapat tersebut muncul sejumlah usulan dari peserta, diantaranya selain penertiban pengecer tidak resmi, juga perlu dilakukan penertiban terhadap APMS yang melakukan penjualan bbm kepada pengecer resmi (Sub penyalur yang ditetapkan dengan SK Bupati) maupun yang tidak resmi yang harga jualnya tidak sesuai harga yang ditetapkan oleh pemerintah.

Sementara Kabag. Ekonomi Setda Muh Arsyad yang dikonfirmasi melalui pesan WhatsApp mengemukakan, sebelum melakukan penertiban akan dilakukan sejumlah tahapan, seperti pendataan, dan himbauan kepada pengecer tidak resmi. (Rizal Dg. Sibunna)

Komentar

Topik Terkait