oleh

Perang Dagang AS dan Cina Ikut Lemahkan Ekonomi Indonesia

INIKATA.com – Perang dagang antara Cina dan Amerika Serikat (As) ternyata ikut berimbas pada perekonomian Indonesia.

Hal ini dikarenakan AS memberlakukan bea impor 25 persen kepada produk Cina, sedangkan Cina sendiri berencana melakukan serangan balik.

Menurut Pengamat Ekonomi Sulsel, Prof Marsuki Dea, apabila perang dagang berkelanjutan, dampaknya akan merembes ke perekonomian Indonesia, Khususnya ekspor komoditas unggulan Sulsel.

“Ketika perang AS dan Cina berkepanjangan, itu berarti impor mereka akan turun yang artinya, ekspor kita juga ikut menurun,” Ujar Marsuki, Selasa (11/06/19).

Menurunnya ekspor komoditas Sulsel ataupun Indonesia dikarenakan melemahnya kinerja ekspor beberapa komoditas unggulan dengan kedua mitra dagang tesebut.

Hal ini karena secara tradisional kegiatan ekspor Indonesia terlalu bersifat terbatas pada beberapa komoditas saja yang harganya sangat ditentukan oleh harga komoditas dunia yang cendrung melemah.

Dengan adanya kondisi tersebut, Marsuki Dea berharap agar kondisi ini dijadikan peluang bagi Indonesia, Sulsel khususnya, dengan melakukan terobosan kebijakan ekspor yang  Inovatif, Kreatif dan Berani.

Diantaranya, menjadi mitra baru di lingkungan negara-negara regional di Asia dan Asean. Menemukan komoditas unggulan baru yang dapat bersaing dari sisi harga dan kualitas.

Selain itu, juga dapat dilakukan dengan cara meningkatkan kerjasama supply dengan beberapa negara baru di Afrika maupun di Amerika Latin, dengan upaya memberdayakan peran Kedubes yang ada di berapa negara. (Cikang)

Komentar

Topik Terkait