oleh

Usai Parangi Tetangganya Hingga Tewas, Bisa Meregang Nyawa Diamuk Massa

INIKATA.com – Setelah menghabisi nyawa tetangganya dengan sebilah parang, Bisa Dg Kulle ikut meregang nyawa. Ia tewas usai menjadi bulan-bulanan keluarga korban, Mappa Dg Ngence, serta warga lainnya.

Kasat Binmas Polres Jeneponto, AKP Syahrul, saat ditemui INIKATA.com, menjelaskan, saat pihaknya menerima laporan terkait kasus pembunuhan yang terjadi di Desa Mallasoro, Kecamatan Bangkala, Kabupaten Jeneponto, Sulawesi Selatan, ia dan tim langsung bergerak menangkap pelaku.

Namun sayang, sesampai di kediaman pelaku, ia sudah melihat kerumunan warga yang marah akibat ulah pelaku.

“Keluarga korban dan masyarakat sudah berada di sekitar rumah pelaku, pelaku yang berada didalam rumah dikepung oleh keluarga korban,” jelas Syahrul.

Tak lama kemudian, lanjutnya, pelaku tampak keluar dari rumah dengan sebilah parangnya dan mengejar warga dan keluarga korban serta personil Polsek Bangkala.

“Pada saat itu banyak keluarga korban yang marah dan mengejar pelaku. Kemudian melakukan penganiayaan terhadap diri pelaku yang mengakibatkan pelaku mengalami luka pada bagian kepala,” tambahnya.

Polisi sempat kewalahan menyelamatkan pelaku dari amukan massa. Saat melihat Bisa dalam kondisi kritis, polisi pun segera membawanya ke rumah sakit. Sayangnya, nyawa Bisa tak bisa tertolong dan akhirnya meninggal dunia.

Diberitakan sebelumnya, insiden pembunuhan yang menewaskan Mappa Dg Ngence itu terjadi, sewaktu korban pulang dari mencari ikan sekitar pukul 04.45 Wita. Tiba-tiba pelaku datang dengan membawa sebilah parang dan tanpa basa-basi ia langsung memarangi korban.

“Akibatnya, korban terluka pada bagian leher, pelipis sebelah kiri, dada sebelah kanan, lengan tangan, bagian punggung dan mengakibatkan korban meninggal dunia,” kata Syahrul sebelumnya.

Kejadian nahas tersebut, lanjut dia, bermula dari rasa cemburu Bisa Dg Kulle yang curiga kepada korban. Pelaku menduga ada hubungan gelap antara korban dengan istri pelaku. (Kahar)

Komentar

Topik Terkait