oleh

Jokowi: Koalisi Solid, Tapi Kalau Soal Jatah Menteri Tunggu Dulu

INIKATA.com – Presiden terpilih Joko Widodo (Jokowi) menghadiri acara pembubaran Tim Kampanye Nasional (‎TKN) di Restoran Seribu Rasa, Jakarta, Menteng, Jakarta. Menurut mantan wali kota Solo itu, tim harus dibubarkan karena pemilu sudah selesai.

“Agendanya pembubaran TKN. Jadi yang dibahas pembubaran. Ya memang harus dibubarkan kan pemilunya aja sudah selesai,” ujar Jokowi di lokasi, Jumat (26/7).

Jokowi juga menambahkan, meski TKN resmi dibubarkan, namun Koalisi Indonesia Kerja (KIK) tetap solid. Karena tidak ada keretakan pun. Bahkan partai pendukungnya semakin solid untuk bisa membantu dirinya dan Ma’ruf Amin.

‎”‎Koalisi tetap rukun-rukun saja, lebih solid dari yang sebelumnya,” katanya.

‎Selain itu, Jokowi juga menanggapi, pertemuan antara Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnputri dan Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto adalah hal yang baik. Karena memang antar tokoh bangsa perlu menjalin silaturahmi.

‎”Ya beliau kan sahabat baik. Berhubungan baik sejak lama. Kalau Pak Prabowo ketemu Ibu Megawati ya biasa. Sama seperti Pak Surya Paloh ketemu Pak Anies ya biasa saja,” ungkapnya.

Sekadar informasi, isu keretakan koalisi muncul pada saat, empat ketua umum melakukan pertemuan politik. Itu terdiri dari Surya Paloh dari Nasdem, Airlangga Hartarto dari Golkar, Suharso Monoarfa di PPP dan Muhaimin Iskandar (Cak Imin) dari PKB.

Pasalnya, pertemuan empat ketua umum yang dilakukan, Senin (22/7) malam tidak mengajak Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri.

Selang dua hari, Rabu (24/7), Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri menerima kunjungan dari Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto. Dari pertemuan dua tokoh ini dihasilkan usai hajatan Pilpres 2019 masyarakat harus kembali guyub dan bersatu. Adanya perbedaan pandangan tidak dijadikan sebagai permusuhan.

Selain itu, Jokowi juga buka suara mengenai struktur kabinet yang akan membantunya di pemerintahan selama lima tahun ke depan. Meskipun, sampai saat ini belum ada pembahasan mengenai kursi di kabinet. Pasalnya, dirinya belum mengumpulkan partai-partai pendukungnya untuk berdiskusi mengenai kursi kabinet.

“Namanya belum dibahas, jadi saya tidak bisa menyampaikan,” ujar Jokowi di Restoran Seribu Rasa, Jakarta, Jumat (26/7).

Pria kelahiran Surakarta, Jawa Tengah itu menambahkan mengenai ada atau tidaknya penambahan koalisi juga belum dibahas dengan partai-partai koalisi.

“Sampai saat ini kita belum berbicara mengenai penambahan koalisi. Kita partai-partai pendukung belum pernah berbicara,” katanya.

Soal Partai Pendukung

‎Lebih lanjut, Jokowi juga menuturkan, partai pendukung dirinya dan Ma’ruf Amin sudah cukup. Akan tetapi ada atau tidaknya penambahkan koalisi masih perlu didiskusikan lagi dengan partai koalisi.

“Kalau tanya kekuatan yang sekarang ya sudah cukup,” ungkapnya.

Sekadar informasi, ‎tiga partai politik, yakni Gerindra, Demokrat dan PAN sudah menyatakan ketertarikannya bisa bersama-sama dengan Jokowi-Ma’ruf Amin membantu pemerintahan lima tahun ke depan.

Seperti yang dikemukakan oleh Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Edhy Prabowo. Menurut dia ketua umumya Prabowo Subianto siap membantu pemerintahan Jokowi-Ma’ruf Amin apabila dibutuhkan. Namun Gerindra juga siap menjadi oposisi.

Selanjutnya, Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan juga menegaskan, partainya sudah siap mendukung pemerintahan lima tahun ke depan tanpa syarat.

Kemudian untuk Partai Demokrat juga menunjukan tanda-tanda siap bergabung ke koalsi Jokowi-Ma’ruf. Wakil Sekretaris Jenderal Partai Demokrat Didi Irawadi Syamsuddin mengatakan, partai yang dikepalai oleh Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) ini siap berkontribusi memberikan bantuan ke pemerintah apabila dibutuhkan.

Namun demikian, bergabungnya Demokrat ke pemerintah harus selaras dengan 14 visi misi yang dimiliki partai berlogo bintang mercy ini. (jpc)

Komentar

Topik Terkait