oleh

Bahas Perang Dagang, Tiongkok Bakal Ajukan 3 Syarat untuk AS

INIKATA.com – AS dan Tiongkok rencananya akan bertemu untuk membahas polemik perdagangan yang menghantui keduanya belakangan. Setelah sebelumnya pada pertemuan G-20 gagal mencapai kesepakatan, keduanya akan bertemu kembali pada Selasa besok.

Pertemuan ini akan dilaksanakan di Shanghai selama dua hari dan rencananya dihadiri rombongan perwakilan AS yang dipimpin oleh Perwakilan Dagang AS, Robert Lighthizer.

Walaupun akhir-akhir ini AS dan Tiongkok melakukan berbagai manuver yang saling menyakiti, namun sepertinya kedua negara ini masih saling membutuhkan. Seperti yang dilansir StraitTimes, pertemuan AS dan Tiongkok pekan ini merupakan sebuah langkah yang konkret dan menunjukkan niat baik dari kedua belah pihak.

Menurut pernyataan Gedung Putih, pertemuan tersebut akan membahas hak kekayaan intelektual, transfer teknologi, hambatan nontarif, agrikultur, jasa, hingga defisit perdagangan.

Kendati demikian, Kepala Perekonomian Tiongkok, Robin Xing, mengatakan bahwa masih ada jarak yang besar di antara kedua belah pihak sehingga belum terlihat jalan untuk mencapai kesepakatan yang komprehensif.

Sebelumnya, perang dagang antara AS dan Tiongkok mencuat ketika Presiden Donald Trump melarang produk Huawei dijual di AS. Sementara itu, Beijing memperkeruh suasana dengan menyatakan bahwa AS menjadi ‘black hand’ atau dalang dari protes yang ada di Hongkong.

Tiongkok pun memberikan tiga syarat utama kepada AS. Di antaranya adalah menghapuskan tarif dagang, adanya kesepakatan yang adil, dan adanya tambahan pembelian produk Tiongkok oleh AS. Diketahui, Tiongkok telah membeli jutaan ton kacang kedelai dari AS, tapi produk mereka tak banyak yang masuk ke pasar AS.

Merespons hal tersebut, Jumat (26/7), Trump mengatakan bahwa Tiongkok harus menunggu setelah pemilu AS pada 2020 untuk mencapai kesepakatan yang diinginkan mereka.

Isu perang dagang antara AS dan Tiongkok sendiri telah ikut memperbesar tensi politik dunia. Setelah sebelumnya dipanaskan oleh konflik Korea Utara-Korea Selatan, Brexit, hingga megaprotes di Hongkong. (rmol)

Komentar

Topik Terkait