oleh

Pinjol Ilegal Bermunculan, Satgas Waspada Investasi Perketat Pengawasan

INIKATA.com – Dari 2018 hingga saat ini, Satgas Waspada Investasi telah menangani sebanyak 1.230 fintech peer-to-peer lending (p2p) atau pinjaman online (pinjol) yang tidak terdaftar atau memiliki izin usaha dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Jumlah tersebut terdiri dari 404 entitas pada 2018, dan 826 entitas pada 2019.

Ketua Satgas Waspada Investasi Tongam L Tobing menuturkan, berdasarkan hasil penelusuran lokasi server, sebanyak 42 persen dari entitas yang ditindak tersebut tak diketahui asalnya.

Sementara itu, sebanyak 22 persennya berasal dari Indonesia, 15 persen dari Amerika Serikat, dan sisanya dari berbagai negara.

Namun, lokasi server inipun tak lantas menunjukkan identitas sesungguhnya dari pelaku di balik entitas tersebut.

Maka dari itu, masyarakat diminta tetap waspada, apalagi meski sudah banyak yang ditindak, pinjol ilegal tetap bermunculan.

“Walaupun Satgas Waspada Investasi sudah banyak menutup kegiatan fintech p2p lendingtanpa izin OJK, tetap saja banyak aplikasi baru yang muncul pada website dan Google Playstore atau link unduh aplikasi yang diblokir tersebut,” kata Tongam melalui keterangan tertulis, Jumat (2/8).

Perlu diketahui bahwa pengawasan terhadap pinjol ilegal bukanlah ranah kewenangan OJK.

Pasalnya, entitas tersebut tidak memiliki tanda terdaftar dan izin dari OJK sesuai POJK Nomor 77/POJK.01/2016.

Adapun yang diawasi oleh OJK yakni pinjol terdaftar dan berizin. Maka dari itu, Satgas Waspada Investasi meminta masyarakat melaporkan entitas tersebut ke Kepolisian Republik Indonesia apabila ditemukan ada unsur pidana.

“Masyarakat diminta untuk tidak mengakses atau menggunakan aplikasi fintech p2p lending tanpa izin OJK. Apabila ingin meminjam secara online, maka masyarakat melihat daftar aplikasi fintech p2p lendingyang telah terdaftar di OJK pada websitewww.ojk.go.id,” tukas Tongam. (IK/Jawapos)

Komentar

Topik Terkait