oleh

Saat Pemain Film Horor “Lorong” Komentari Film Internasional

INIKATA.com – Tiga pemeran film Lorong, yakni Winky Wiryawan, Prisia Nasution, dan Gesata Stella punya pandangan masing-masing soal film horor lokal maupun internasional. Mulai dari sosok hantu, budaya, sampai formula standar, baik film horor lokal maupun internasional sudah memiliki pakem sendiri.

“Kayaknya itu juga dipengaruhi budaya ya. Hantu di negara Barat, atau Asia Tenggara sampai Indonesia pasti beda-beda. Mungkin orang Bule melihat pocong seram karena beda budayanya,” kata Gesata.

Hal senada diungkapkan Prisia. Prisia menambahkan, sebetulnya tidak ada perbedaan yang terlalu jauh antara film horor rasa lokal atau internasional.

“Beda bahasa saja dengan film luar. Film horor pasti sudah ada fomulanya. Pasti ada setan, sound, lighting. Yang membedakan hanya isi cerita dan bahasa,” ujar pemeran film Rectoverso itu.

Sementara, Winky menilai bahwa kekuatan film horor terletak pada lighting alias pencahayaannya. Dalam film Lorong yang mereka bintangi, Winky menuturkan bahwa Lorong adalah film horor dengan tata cahaya paling terang sepanjang karirnya.

Meski demikian, menurut Winky, suasana seram masih tetap kental terasa. Dia membandingkannya dengan film-film horor dalam 3 bulan terakhir yang menampilkan tata cahaya yang jauh lebih gelap.
“Dalam trailer film horor yang keluar 3 bulan terakhir rata-rata cahayanya warna hitam, kuning, merah.

Karena Lorong mengambil syuting di rumah sakit dan itu rumah sakit baru, maka lebih bernuansa putih cahayanya,” jelas Winky.

Selama menjalani proses syuting, ketiganya mengaku sama sekali tidak mengalami kejadian aneh. Sambil bercanda, ketiganya kompak menjawab bahwa yang paling horor adalah lelahnya mengatur waktu dan jadwal proses syuting yang membuat mereka harus terus begadang.
“Horornya gila sih pas syuting enggak tidur,” kata Prisia tertawa. (Jpc)

Komentar

Topik Terkait