oleh

Aliran Listrik Pembangunan Puskesmas Diputus, Kapus dan Pekerja Proyek Mengeluh

JENEPONTO, INIKATA.com Sikap PLN Sub Ranting Bontotangnga Kecamatan Tamalatea yang juga membawahi Kecamatan Bontoramba dikeluhkan pekerja proyek rehabilitasi pembangunan Puskesmas Bontoramba, Jeneponto.

Pekerja proyek bagian teknis pembangunan Puskesmas Bontoramba, Asdar mengeluhkan pemutusan aliran yang dilakukan pihak PLN Sub Ranting Bontotangnga Kecamatan Tamalatea.

“Alasannya disegel karena terlambat pembayarannya. Sudah dibayar panjar dan dijanji disambungkan aliran listriknya sambil menunggu keputusan PLN. Pemutusan ini berakibat terbengkalai pembangunan proyek selama dua hari tidak berjalan aktifitas pekerjaan proyek,” keluh Asdar kepada inikata.com, kemarin.

Sedangkan, Kepala Puskesmas (Kapus) Kecamatan Bontoramba, Frida mengakui sudah melunasi tunggakan selama dua bulan pada hari Jumat (16/8/2019) pukul 10.00 wita, akan tetapi belum disambung alirannya oleh pihak PLN Bontotangnga Tamalatea.

“Saya sudah bayar di PLN 1,885,000. Diputus karena alasan keterlambatan pembayaran disebabkan signal tidak bagus. Kalau belum disambungnya itu saya tidak tahu pak, yang penting saya sudah bayar,” akunya.

Terpisah, staf PLN Bontotangnga, Samsir, ditemui di Kantornya menjelaskan, kilometernya disegel karena menunggak dua bulan.

“Kalau sudah dibayar tapi belum disambung itu baru kami tahu setelah adanya ini penyampaian masuk. Pasalnya, yang tangani pemutusan aliran kilometer sedang tidak ada, namanya Daeng Sialle,” katanya. (Kahar)

Komentar

Topik Terkait