oleh

Ditangkap di Rumahnya, Ternyata Begini Dosis Sabu yang Dikonsumsi Rahmat Taqwa

INIKATA.com – Warga Makassar dikagetkan dengan penangkapan seorang calon legislatif (caleg) terpilih DPRD Makassar karena kasus penyalahgunaan narkoba.

Dia adalah Rahmat Taqwa Qurais yang merupakan caleg dapil II Makassar dari Partai Persatuan Pembangunan (PPP).

Kapolrestabes Makassar, Kombes Pol Wahyu Dwi Ariwibowo, menjelaskan Rahmat ditangkap di rumahnya di Jalan Barukang, Kecamatan Ujung Tanah, Selasa (21/8/2019).

“Atas nama RT. Dari tersangka kita dapatkan barang bukti alat hisap sabu, dua saset sabu dan dua linting tembakau sintetis atau gorilla dan dompet pelaku berisi sejumlah kartu-kartu penting lah,” katanya.

Dia menegaskan atas perbuatannya, pelaku terancam pidana penjara minimal empat tahun penjara dan maksimal 20 tahun penjara.

“Terhadap tersangka kami kenakan pasal 114 atau 112, ancaman hukuman empat sampai 20 tahun,” tegasnya

Sementara itu, Kasat Narkoba Polrestabes Makassar, Kompol Diari Astetika, menyebutkan pelaku ditangkap di dalam kamar rumahnya di lantai tiga dan menemukan barang bukti tersebut di kamarnya.

“Setelah penangkapan keluarganya baru tau. Jadi dia tinggal di rumah berlantai tiga, kita tangkap di kamarnya sendiri di Lantai 3,” terang Diari.

Kepada polisi, Caleg PPP ini mengaku dalam sehari mengkonsumsi barang haram jenis sabu sebanyak 1 hingga 1,5 gram perharinya.

“Hasil pengakuan sementara dia memakai 1 sampai 1,5 Gram perhari, selama enam bulan. Kalau itu (alasan gunakan sabu) kita anggapnya kecanduan yang jelas kita temukan barang bukti di dalam kamarnya” bebernya.

Saat pelaku masih diduga pemakai, untuk pemeriksaan lebih lanjut polisi akan berkoordinasi dengan BNN dan Dokter Forensik untuk proses penyelidikan.

Selain itu, polisi berpangkat satu bunga melati ini, mengatakan pihaknya tengah mengejar sumber barang haram yang kerap pelaku konsumsi selama enam bulan itu.

“Ini yang sementara kita kejar (tempat belinya) masih di wilayah Makassar. Bisa dikatakan demikian (pemakai) cuman di ada unsur membeli dan memakai itu yang masih rancu,” tukasnya. (Anca)

Komentar

Topik Terkait