oleh

Polisi Amankan Empat Orang Pengedar Narkoba di Makassar

INIKATA.com – Jajaran Unit Satuan Reserse Narkoba Polrestabes Makassar menangkap Empat orang dalam kasus penyebaran narkoba di Makassar.

Para pelaku yang diamankan anggotanya yakni RD (34) Ibu Rumah Tangga yang ditangkap di Rumahnya di Jalan AMD Borong Jambu Kecamatan Manggala pada Sabtu 17 Agustus lalu.

Kemudian OV (44) terduga Pengedar sabu yang diamankan bersama AE (39) di Rumahnya Jalan Aroepala BTN Minasa Upa, Kamis (22/8).

“Pada 17 Agustus bertempat di Jalan AMD Borong Jambu, Manggala kami amankan Saudara RD, dengan barang bukti 15 saset jenis sabu yang menurut pengakuan yang bersangkutan akan diedarkan dilingkungan sekitar,” kata Wakasat Narkoba Polrestabes Makassar, AKP Indra Waspada Yuda, Jumat (23/8/2019).

Dari pengakuan RD, dirinya mendapatkan barang haram tersebut dari seseorang berinisial I seharaga Rp800.000 yang saat ini masih dalam pengejaran pihak kepolisian.

“Dari tes urine para pelaku ini Positif. Untuk pasalnya yang ditetapkan untuk sodara RD, Pasal 114 Ayat 1 dan 112 ayat 1 UU Nomor 35 tahun 2009 dengan ancaman hukuman lima sampai 12 tahun penjara,” tuturnya.

Tak cukup seminggu petugas dari tim 1 unit 3 Satresnarkoba Polrestabes Makassar menangkap kelompok pengedar yang diotaki perempuan.

Polisi Empat Orang Pengedar Narkoba di Makassar

“Kemudian kamis 22 Agustus 2019 di wilayah Minasa Upa, kembali kami menemukan seorang perempuan yang mengedarkan narkoba juga barang bukti total 12 Gram, ada timbangan, ada juga alat pakai yang sudah jarang ditemukan di Kota Makassar, jadi beli online kemungkinan namanya cangklung,” beber Wakasat Narkoba Polrestabes Makassar.

Selain OV petugas juga mengamankan seorang pria dan wanita yang juga ada di rumah berlantai dua tersebut.

“Yang lelaki perannya membantu saudari OV. OV dan lelaki ini keluarga. OV tantenya. Kalau yang cewek ini kebetulan tinggal di rumahnya OV,” paparnya.

Dari penangkapan ketiganya juga diamankan barang bukti lima saset sabu dengan total 12,5 gram, timbangan digital, 12 alat hisap sabu jenis cangklung, dua buah handphone dan empat sendok sabu, dan satu buah pireks.

Kepada polsi OV mengaku telah menjalankan bisnisnya dalam kurun waktu setahun.

“Yah ini jaringan lapas. Kalau si olive sudah 1 tahun kalau Rosdiana baru dua bulan. Kita kenakan Pasal 114 ayat 2 dan Pasal 112 ayat 2 dengan ancaman penjara minimal 5 tahun dan maksimal 20 tahun penjara,” pungkasnya. (Anca)

Komentar

Topik Terkait