oleh

Pangeran William Tumpangi Pesawat Komersil ke Skotlandia

INIKATA.com – Keluarga kecil pasangan Pangeran William dan Kate Middleton terlihat sedang bepergian.

Tak hanya berdua, mereka lengkap mengajak ketiga buah hatinya yang menggemaskan.

Pangeran George, Puteri Charlotte, dan Pangeran Louis ikut serta berlibur ke Skotlandia.

Tapi yang menarik perhatian adalah keluarga kecil ini menggunakan pesawat komersil.

Mereka terlihat mengambil penerbangan komersial dari Norwich, Inggris ke Aberdeen, Skotlandia.

Seperti terlihat dalam foto dan rekaman video yang dimuat oleh The Daily Mail. Keluarga royal itu terlihat keluar dari pesawat FlyBe, sebuah maskapai penerbangan Inggris. Mereka kemudian dikawal ke mobil.

Sebuah video menunjukkan Duke of Cambridge menyandang tas sambil menggandeng Pangeran George, yang mengenakan kaos polo bergaris dan celana pendek krem.

Adik perempuannya, Putri Charlotte, mengikutinya dari belakang dengan mengenakan gaun kotak-kotak.

Sedangkan Duchess Kate ada di belakang menggendong Pangeran Louis yang berusia satu tahun.

Kate mengenakan rok midi pensil tebal selutut dan rambutnya dikuncir. Pengasuh keluarga Cambridges, Maria Borrallo, ada di sampingnya.

Menurut situs FlyBe, penerbangan Norwich-Aberdeen memberi harga tiket mulai dari USD 89 atau setara Rp 1,2 jutaan bahkan bisa juga sampai seharga USD 916 atau setara Rp 12 jutaan untuk tiket sekali jalan.

Meskipun anggota keluarga kerajaan sering menggunakan pesawat sewaan ketika bepergian, tapi tidak jarang juga mereka terbang dengan pesawat komersial. Terutama ketika itu perjalanan pribadi.

William pernah terlihat di tempat duduk ekonomi pada tahun 2014, dan Kate pernah terlihat dalam penerbangan murah usai pernikahan Zara Tindall.

Demikian pula, Kate pernah terbang dengan British Airways setelah menghadiri acara resmi di Belanda pada tahun 2016.

Pangeran Harry juga pernah dalam penerbangan British Airways Mei ini. Pangeran Harry dan Meghan Markle juga sempat terbang dengan penerbangan komersial untuk tur kerajaan mereka di Pasifik pada 2018. (IK/Jawapos)

Komentar