oleh

Soal Rekomendasi Panitia Angket, Rangga: Ada Yang Dibuat Tidak Bisa Tidur

MAKASSAR, INIKATA.com Panitia hak angket Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Sulawesi Selatan membantah adanya dua versi rekomendasi hasil penelitian.

Ketua panitia hak angket menegaskan jika pihaknya hanya mengeluarkan rekomendasi yang ditandatangani unsur pimpinan panitia hak angket.

“Tidak ada dua versi. Ada tidak tanda tangan saya disitu? Jadi gak usah bingung,” tegas Kadir saat ditemui di DPRD Sulsel, Jumat (23/8/2019) kemarin.

Selain itu, anggota panitia hak angket dari Fraksi Golkar, Fachruddin Rangga yang dikonfirmasi tetap mengakui 7 poin rekomendasi.

“Dari 7 rekomendasi itu akan ada yang dibuat tidak bisa tidur,” tulis Fachruddin Rangga melalui pesan Whatsapp, Sabtu (24/8/2019).

Tidak hanya itu, Fachruddin menjelaskan, panitia hak angket itu terdiri dari beberapa anggota yang merupakan utusan Fraksi masing-masing dan disahkan melalui paripurna.

“Sehingga semua keputusan yang dihasilkan dari hak angket adalah kolektif kolegial, kalaupun ada yang berbeda pendapat itu wajar dan sah – sah saja tetapi pendapatnya tidak menggugurkan keputusan yang telah dibuat oleh panitia hak angket,” ucapnya.

Sehingga, lanjut dia, selaku anggota panitia hak angket tentu hanya mengakui yang ditanda tangani lengkap unsur pimpinan panitia angket.

Hal ini diungkapkan Rangga menyusul pernyataan Gubernur Sulsel Nurdin Abdullah bahwa 7 poin rekomendasi panitia angket itu adalah informasi hoax.

“Justru menurut saya yang hoaks itu tidak di tanda tangan ketua panitia hak angket,” tandasnya. (Hendrik)

Komentar

Topik Terkait