oleh

MUI Sampaikan Pesan Penting di Momentum 1 Muharram 1441 Hijriah

INIKATA.com – MUI menyerukan kepada kaum muslimin agar memasuki Tahun Baru Islam, 1 Muharam 1441 Hijriah dengan penuh keimanan dan ketakwaan dengan suasana hati yang ihlas, khusyu’, damai dan semata mengharap rida Allah SWT.

“Memasuki Tahun Baru 1 Muharam 1441 H, kami imbau kaum muslimin menyambutnya dengan semangat hijrah menuju kesalehan dan kemenangan hakiki,” kata Waketum MUI Zainut Tauhid Sa’adi, Sabtu (31/8).

Hijrah, lanjutnya, harus dimaknai sebagai proses transformasi dari kondisi kehidupan yang gelap menuju peradaban yang terang dan mencerahkan. Baik dalam konteks kehidupan pribadi maupun kemasyarakatan dan kebangsaan.

Dari aspek kehidupan pribadi, hijrah harus memberikan perubahan pada setiap pribadi. Dari yang sombong, culas dan zalim menuju pribadi yang adil, jujur dan terpuji. Dari perilaku yang suka menggunjing, mengumpat dan memfitnah menuju pribadi yang santun, ramah dan suka menebarkan cinta dan kedamaian. Dari pribadi yang konsumtif, boros dan koruptif menuju pribadi yang produktif, hemat dan sederhana (zuhud).

Dia melanjutkan, dari aspek tatanan kehidupan kemasyarakatan dan kebangsaan, hijrah harus memberikan perubahan kepada masyarakat bangsa. Dari masyarakat jahiliyah menuju masyarakat madani, yaitu masyarakat yang beriman, maju, mandiri, bahagia lahir batin, menjunjung tinggi nilai-nilai agama, hukum dan norma susila, serta jujur, adil, setara (demokratis), beradab dan berakhlak mulia.

MUI juga berharap semangat hijrah dapat mengembangkan akhlak dan perilaku umat Islam yang toleran (tasamuh), seimbang (tawazun), dan adil (i’tidal) dalam menjalankan ajaran agama, agar tidak terjebak pada pertentangan dan perselisihan sempit (furuiyyat) dalam menjalankan ajaran agama, demi mewujudkan persaudaraan Islam yang hakiki (ukhuwah Islamiyyah).

Masih dalam suasana menyambut HUT Kemerdekaan RI ke-74, MUI berharap Tahun Baru Hijriyah 1441 H menjadi tahun rekonsiliasi nasional, yang bisa merekatkan dan mengukuhkan kembali persaudaraan, komitmen kebangsaan, mengembangkan wawasan kebinekaan. Juga menciptakan kehidupan berbangsa yang rukun, harmonis, saling menghormati, mencintai dan menolong dalam semangat persaudaraan kebangsaan (ukhuwah wathaniyyah) dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia yang berdasarkan Pancasila. (Inikata/Jpnn)

Komentar

Topik Terkait