oleh

Jadi Kampung Zakat, Desa Kahayya Terima Bantuan Rp1 Miliar

INIKATA.com – Direktorat Jenderal Bina Masyarakat islam (Bimas) Kementerian Agama Republik Indonesia dan Badan Amil Zakat Nasional (Baznas), melaunching Kampung Zakat Desa Kahayya Kecamatan Kindang Bulukumba, Sulsel, Sabtu (7/9/2019).

Rombongan Kemenag dan Bupati beserta wakilnya yang tiba di lokasi dijemput dengan Tari Padduppa dan Silat Lereng Sapabentoeng dari para siswa MTsN Kindang.

Bupati Bulukumba, Sukri Sappewali, mengungkapkan, terpilihnya desa Kahayya sebagai Pilot Project Kampung Zakat, sangatlah tepat. Sebab hadirnya kampung zakat nantinya berdampak pada pembangunan untuk peningkatkan perekonomian dan kesejahteraan rakyat.

“Terimakasi telah memilih Desa tertinggal dan terpencil seperti Kahayya Pilot Project,” ucapnya.

Ia pun optimis, Kahayya bukan lagi kampung zakat namun Desa pemberi zakat dua tahun ke depan. Apalagi desa tersebut memiliki tempat wisata dan komuniti penghasil kopi yang hanya butuh pengembangan.

“Insya Allah satu atau dua tahun ke depan Desa ini sudah menjadi desa pemberi zakat,” lanjutnya.

Sementara itu, Komisioner Baznas, Nanan Mintarti, mengatakan kampung zakat merupakan program Kementerian Agama bersinergi dengan Baznas yang berorientasi pada pendayagunaan dana zakat, infak dan sedekah untuk pemberdayaan dan menolong masyarakat terpencil atau miskin.

Menurutnya, dipilihnya Desa Kahayya itu melalui proses resesmen. Dimana Baznaz punya data indeks desa zakat dan memastikan desa yang layak jadi percontohan atau dapat program kampung zakat.

Dari hasil resesmen Baznaz, Desa Kahayya dianggap miskin harus ditolong serta diprioritaskan, dimana indeksnya di angka 0.38 persen.

“Hal tersebut dinilai dari 5 dimensi, yaitu pendidikan, ekonomi, kesehatan, Sosial kemanusiaan dan takwa, Kahayya sudah patut dan pas di beri program Kampung zakat,” jelasnya.

Harapannya, setelah adanya program ini, indeks kesejahteraan masyarakat Lahayya meningkat. Artinya terjadi transformasi dari mustahid menjadi musakki.

“Namun untuk mencapai itu, ada tahapan yang harus dilalui, mulai tahapan inisiasi atau pengenalan yaitu membangun potensi lokal, melakukan penguatan, setelah siap lalu dimandirikan atau dilepas,” urai Nanan.

Untuk menunjang dan mencapai tujuan program, kata dia, Kampung Zakat Desa Kahayya mendapat bantuan anggaran  sebesar Rp1 miliar dari Kementerian Agama untuk pengembangan pertanian kopi, usaha, pendidikan dan kesehatan. (Sudirman)

Komentar

Topik Terkait