oleh

Hasil Buruk di Kejuaraan Dunia, Minions Persiapan Khusus jelang China Open

INIKATA.com – Kekalahan yang dialami ganda putra nomor satu dunia Marcus Fernaldi Gideon/Kevin Sanjaya Sukamuljo selalu meninggalkan pedih di hati penggemar bulu tangkis nasional. Terbaru adalah ketika mereka memberikan kesedihan ketika sudah kandas pada babak 32 besar kejuaraan dunia.

Cerita menyakitkan tersebut jelas tidak ingin terulang pada China Open yang bergulir besok.

Minions –sebutan Marcus/Kevin– punya rekam jejak mentereng di turnamen super 1.000 itu. Mereka menjuarai turnamen tersebut dua tahun beruntun yakni pada edisi 2016 dan 2017. Tahun lalu mereka terhenti di babak semifinal.

Untuk menghadapi ajang tersebut, pasangan terbaik Indonesia itu punya tempo persiapan sebulan.

Dari evaluasi yang sudah dilakukan, pergerakan cepat dan gesit Marcus/Kevin justru menjadi catatan penting.

’’Dari tempo permainan itu harus bisa berubah. Mereka (Marcus/Kevin) kan cepat, harus bisa mengikuti (tempo lawan) yang punya kecenderungan melambatkan tempo,’’ jelas Aryono Miranat, asisten pelatih ganda putra pelatnas.

Apa yang dikatakan Miranat memang beralasan. Pada Kejuaraan Dunia 2019, Marcus/Kevin terlihat terganggu dengan pola permainan servis lambat yang sering ditampilkan pasangan Choi Sol-gyu/Seo Seung-jae. Nah, di China Open ini, mereka berpotensi kembali bertemu pasangan Korea Selatan tersebut pada babak 16 besar. ’’Saya tidak mau lihat jauh-jauh dulu. Tapi, kalau ketemu, antisipasinya adalah soal servis. Sekarang sudah tidak boleh lama-lamain servis. Mereka lambatin temponya, jadi ganggu konsentrasi,’’ ujar Marcus.

Pertemuan itu akan terjadi dengan catatan jika Minions bisa melewati hadangan runner-up kejuaraan dunia 2019 Takuro Hoki/Yugo Kobayashi di babak pertama. Secara head-to-head, Marcus/Kevin unggul 9-0. Namun, performa pasangan Jepang itu juga mulai meroket tahun ini. ’’Jadi tidak boleh lengah. Mereka punya defense dan serangan yang bagus,’’ ujar Marcus.

Atlet asal PB Tangkas itu sudah melakukan banyak evaluasi terkait hasil buruk yang dicapainya bersama Kevin di kejuaraan dunia. Bapak satu anak itu tidak mau mengulang raihan jelek di turnamen besar yang bisa menghasilkan poin tinggi menuju Olimpiade Tokyo 2020. ’’Pasti inginnya juara. Tapi, tak tahu ke depannya gimana. Kami akan lakukan yang terbaik,’’ kata pemain 28 tahun itu.

Drawing China Open menguntungkan ganda putra Indonesia. Ada peluang untuk menciptakan all Indonesian final.

Sebagai peringkat kedua dunia, Mohammad Ahsan/Hendra Setiawan ditempatkan di pul bawah. Jika skema berjalan lancar, bukan tidak mungkin bakal terjadi pertemuan final antara Marcus/Kevin versus Ahsan/Hendra untuk ketiga kalinya setelah Indonesia Open dan Japan Open. (Jpc)

Komentar

Topik Terkait