oleh

Cerita Nina Zatulini Selama Hamil

INIKATA.com – Memori saat hamil anak pertama dan kedua tak bisa hilang dari ingatan Nina Zatulini.

Pengalaman tubuh jadi sensitif bahkan dia rasakan pada setiap kehamilan.

Sensitivitas Nina ditandai dengan gusi yang mudah berdarah ketika dirinya menyikat gigi.

Padahal, proses menyikat gigi menjadi perjuangan bagi dia. Sebab, indra penciumannya juga menjadi sensitif. Dia selalu mual saat menghirup aroma pasta gigi.

”Setiap kali ada aroma yang aneh, aku mual. Sampai bingung waktu itu,” tutur Nina.

Cerita Nina Zatulini Selama Hamil

Gusi berdarah dia alami hingga usia kandungan sembilan bulan.

”Bersyukurnya, tantangan itu aku rasain saat hamil anak pertama serta kedua. Sama,” kata dia kepada Jawa Pos saat ditemui dalam peluncuran produk untuk ibu dan bayi di Grand Indonesia beberapa waktu lalu.

Dampak indra penciuman yang sensitif, selera makannya ikut berubah.

”Kehamilan pertama, aku masih bisa maksa makan meski mual gitu. Tapi, di kehamilan kedua, aku pilih-pilih. Untuk yang amis, nggak mau, kayak ikan gitu,” ucap dia.

Dia lebih sering curhat kepada sang suami, Chandra Tauphan Ansar. Dari dokter obgyn yang merawat, Nina mendapat penjelasan bahwa yang dialaminya berkaitan dengan perubahan hormon.

Terpisah, drg Felice Kin Lie menyebutkan, ibu hamil sangat berpeluang mengalami kerusakan gigi. Hal itu terjadi karena perubahan fisiologis dan hormonal.

”Terjadi perubahan hormon estrogen maupun progesteron yang mungkin berpengaruh terhadap cairan sulkus gusi, serum, air liur, dan jaringan gusi,” paparnya kepada Jawa Pos grup Selasa (27/8).

Dampaknya, ibu hamil trimester pertama sering muntah dan memproduksi ludah secara berlebihan. Ada rasa ingin terus meludah.

Cerita Nina Zatulini Selama Hamil

Bila ibu hamil tidak rajin membersihkan rongga mulut, bakteri jahat mudah tumbuh sehingga timbul bau mulut atau sariawan.

”Mual dan muntah mengandung asam. Asam bakal memicu erosi atau pengikisan pada gigi,” terang Felice.

Kalau begitu, apakah ibu hamil membutuhkan asupan kalsium tambahan?

Menurut dia, kebutuhan kalsium untuk ibu hamil bisa dipenuhi dengan mengonsumsi berbagai makanan sumber kalsium.

Sayang, banyak ibu hamil makin mual ketika disodori susu. ”Untuk tetap menjaga asupan kalsium, ibu hamil bisa mengonsumsi suplemen kalsium. Namun, tetap konsultasikan terlebih dahulu dengan dokter kandungan,” kata alumnus Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Trisakti, Jakarta, itu.

Pemerhati gizi dan ibu hamil dr Annisa Oktantiani MPH menambahkan, ibu hamil perlu memperhatikan nutrisi dan bahan-bahan dalam produk harian.

”Karena apa yang dipakai atau dikonsumsi ibu akan berpengaruh ke janin,” ujar Tantiani.

Ahli gizi Shalli Agniyah saat ditemui 25 Agustus lalu di Gandaria City, Jakarta Selatan, mengatakan, mual dan muntah mesti dilawan.

Terlebih, minggu pertama hingga ke-13 kehamilan merupakan minggu-minggu penting bagi perkembangan janin. Pada masa itu, terjadi pembuahan yang kompleks.

”Sebenarnya, selama sembilan bulan itu masa-masa yang penting semua. Nggak ada yang nggak penting,” tutur Shalli.

Ibu tiga anak itu menyebutkan, banyak orang berkonsultasi mengenai makanan untuk ibu hamil.

Yang jelas, tegas dia, makanan atau minuman berpengawet harus ditinggalkan.

”Usahakan apa pun yang masuk ke tubuh adalah yang segar. Sayuran atau buah yang dikemas jangan dulu,” sarannya. (IK/Jawapos)

Komentar

Topik Terkait