oleh

Dewan Jatim Minta Pemerintah Tinjau Ulang Kenaikan Cukai Tembakau

SURABAYA, INIKATA.com – DPRD Jatim berharap pemerintah menunda rencana kenaikan cukai tembakau sebesar 23 persen.

Anggota DPRD Jatim Subianto mengatakan dampak kenaikan cukai tembakau tersebut mengancam akan kelangsungan pegawai rokok sigaret tangan.

”Bisa dibayangkan akan ada PHK massal karyawan pabrik rokok sigaret tangan,” ungkap pria asal Kediri ini di Surabaya, Jumat (20/9/2019).

Pria yang juga sekretaris FPD DPRD Jatim ini mengatakan tak hanya itu juga, produksi tembakau yang dihasilkan petani juga terancam juga.

”Serapan tembakau akan turun. Kami berharap pemerintah tinjau kembali keputusannya yang akan menaikkan cukai tembakau,” ungkapnya.

Ditambahkan oleh Subianto, dirinya berharap pemerintah membuat kebijakan yang pro rakyat yang betul-betul untuk mensejahterakan rakyat.

Sebelumnya, Kecewa keputusan pemerintah yang menaikkan cukai tembakau mencapai 23 persen dan HJE (Harga Jual Eceran) 35 persen yang sangat eksesif, membuat Gabungan Perusahaan Rokok (GAPERO) Surabaya dan Malang merasa keberatan atas keputusan pemerintah tersebut.

“Kenaikan tersebut akan berdampak negative pada perusahaan rokok di Jatim,” ungkap Ketua GAPERO Surabaya Sulami di Surabaya, Kamis (19/9) kemarin.

Sulami mengatakan keputusan pemerintah tersebut sangat memberatkan mengingat saat ini kondisi usaha Industri Hasil Tembakau (IHT) di Indonesia masih mengalami tren negative.

“Dengan naiknya cukai tersebut diperkirakan akan terjadi penurunan volume produksi sebesar 15 persen di tahun 2020,”ungkapnya.

Diterangkan oleh Sulami akibat kenaikan cukai tembakau tersebut akan berdampak terganggunya ekonomi pasar pokok, penyerapan tembakau dan cengkeh akan menurun sampai 30 persen dan berdampak adanya rasionalisasi karyawan di pabrik. (Three)

Komentar

Topik Terkait