oleh

Mabes Polri Turun Langsung Tangani Kematian Mahasiswa UHO

INIKATA.com – Kasus kematian mahasiswa Universitas Halu Oleo, Randi kini ditangani langsung oleh Mabes Polri dan Polda Sulawesi Tenggara (Sultra).

Randi meninggal dalam aksi di depan gedung DPRD Sultra, pada Kamis (27/9).

Dia didua meninggal setelah tertembak di bagian dada sebelah kanan.

“Mabes dan Polda bersama melaksanakan investigasi secara terbuka untuk mengetahui kejadian sebenarnya,” kata Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Dedi Prasetyo kepada Kantor Berita Politik RMOL (Jawapos Grup), di Mabes Polri, Jakarta, Jumat (27/9).

Penyelidikan dan investigasi untuk membuktikan bahwa Randi (21) tewas terkena peluru tajam dengan proses ilmiah.

Seperti melakukan uji balistik terhadap peluru, menganalisa rekaman CCTV dan pemeriksaan saksi-saksi serta olah Tempat Kejadian Perkara (TKP).

“Agar kesimpulan yang didapat komprehensif,” jelas Dedi.

Polri, tekan Dedi, tidak pandang bulu apabila nanti terbukti dari proses ilimah menyatakan bahwa pelaku penembakan mahsiswa adalah anggota kepolisian.

“Kita akan proses pidana sesuai mekanisme, kita akan tindak tegas,” tekan dia.

Saat ini, sambung Dedi, tim Propam Mabes Polri yang diketuai oleh Karo Propam Polri Brigjen Hendro Pandowo dengan Tim Itwasum Brigjen Denni Gapril sudah turun langsung ke Kendari.

“Dua orang ini bekerja untuk memastikan apakah ada kesalahan SOP dan lain-lain,” pungkas Dedi.

Mantan Wakapolda Kalimantan Tengah ini menambahkan, bahwa peristiwa di Kendari ini tidak menutup kemungkinan adanya pihak ketiga yang bermain untuk menciptakan martir guna membuat gelombang kerusuhan yang lebih besar.

“Tim investigasi gabungan akan bekerja. Polri bersama pihak universitas siapapun yang terkait akan gabung dalam tim tersebut untuk mengungkap apa penyebab meninggalnya adik nahasiswa ini dan akan kita buka setransparan mungkin,” demikian Dedi. (IK/Rmol)

Komentar