oleh

Kapolda Tak Berani Sebut Hukuman untuk Polisi Pemukul Mahasiswa dan Wartawan

MAKASSAR. INIKATA.com – Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Sulawesi Selatan, Irjen Pol Mas Guntur Laupe menyebutkan telah menahan anggota yang melakukan pemukulan terhadap 3 jurnalis di Kota Makassar.

Namun tidak seperti penanganan hukum terhadap mahasiswa, proses hukum oknum polisi terkesan tidak transparan. “Sudah ada yang kita tahan karena pukul wartawan dan refrensip terhadap mahasiswa juga sudah kita tahan,” ucapnya saat usai melakukan pertemuan dengan Rektor Universitas Muslim Indonesia di Menara UMI Lantai 10, Sabtu (28/9/2019).

Kata dia, sejauh ini pihaknya telah melakukan pemeriksaan terhadap 5 anggotanya yang diduga terlibat pemukulan terhadap wartawan dan mahasiswa.

“Sudah ada 4 atau 5 yang diperiksa dan sudah ditahan. Dua orang diperiksa di Propam, dia melakukan pemukulan terhadap wartawan Antara dan ini rencana kita mau kesana,” tuturnya.

Meski begitu, Kapolda Sulsel tak berani menyebut jenis sanksi atau hukuman yang akan diberikan kepada anak buahnya.

Diketahui, pada aksi penolakan RKUHP 22 September 2019 kemarin aparat kepolisian dari Polda Sulsel melakukan aksi pengeroyokan dan pemukulan terhadap beberapa jurnalis di Kota Makassar.

Tiga orang jurnalis yakni Darwin dari media Antara, Saiful Rania dari media Inikata.com serta Issak dari media Makassar Today, mengalami luka lebam pada bagian punggung dan muka akibat pentungan kayu dari aparat kepolisian. (Anca)

Komentar

Topik Terkait