oleh

Partisipasi Pemilu Rendah di Pemilu Afganistas, Ini Sebabnya

INIKATA.com – Pemilihan presiden Afghanistan ditutup di tengah tuduhan kecurangan dan serangkaian pelanggaran serta kekerasan akhir pekan ini.

Hal tersebut, dikarenakan ancaman dari kelompok Taliban untuk menyerang tempat pemungutan suara, agar Peringatan itu dikeluarkan agar partisipasi pemilih rendah.

Lebih dari sembilan juta warga Afghanistan terdaftar sebagai pemilih. Namun partisipasi pemilih kurang dari setengahnya.

Banyak warga yang khawatir akan serangan Taliban jika mereka datang ke tempat pemungutan suara. Bukan hanya itu, banyak juga warga yang melihat bahwa tidak melihat gunanya mengambil bagian dalam pemilu, mengingat pemilu tahun 2014 lalu juga dirusak oleh kecurangan dan kekerasan.

Pemilu kali ini menampilkan Ghani yang kembali bersaing dengan penantang utamanya, Abdullah Abdullah. Ini adalah kali kedua mereka bersaing memperebutkan kursi nomor satu Afghanistan.

Namun, ekonomi yang hancur, korupsi yang merajalela dan keamanan yang memburuk di Afghanistan membuat sebagian warga tidak memberikan dukungan pada dua kandidat tersebut.

“Saya memilih terakhir kali, tetapi hasilnya hanya membuat negara ini lebih buruk,” kata  seorang tukang listrik berusia 36 tahun, Farhad Azimi, seperti dimuat The Guardian.

“Itulah sebabnya saya memutuskan untuk tidak memilih tahun ini. Saya memperkirakan lebih banyak masalah setelah pemilihan, mungkin akan ada pertempuran, hal buruk apa pun mungkin terjadi,” sambungnya.(RMOL)

Komentar

Topik Terkait